Mensos Risma Cerita Pernah Patah Tangan karena Sering Blusukan Masuk Got

Mensos Risma Cerita Pernah Patah Tangan karena Sering Blusukan Masuk Got

Istimewa
Tangkapan layar Mensos Risma blusukan dan temui tunawisma di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. Gaya blusukan Risma di Jakarta menuai kritikan. Meski demikian, Risma menyatakan takkan mengubah gaya kerja kerjanya termasuk gaya blusukannya. 

"Saya sebenernya tidak mau riya. Itu sudah saya lakukan sejak dulu. Namun ini untuk menyemangati para pemulung yang lain atau orang-orang yang mungkin saat ini merasa tidak ada harapan bahwa kalau mereka berniat pasti ada jalan, pasti Tuhan memberikan jalan," kata Risma.

Risma menyampaikan pihaknya meminta para tunawisma yang telah diberikan mendapatkan pekerjaan yang layak untuk tidak menyiakan kepercayaan.

Ia juga meminta pada tunawisma dapat jujur.

"Saya minta jaga kepercayaannya dan jangan macam-macam harus jujur. Karena kalau kita tidak jujur maka orang tidak akan pernah percaya dengan kita jadi tolong yang jujur," ungkapnya.

Lebih lanjut, Risma meminta para tunawisma yang mendapatkan pekerjaan tidak mudah menyerah ketika mendapatkan tantangan pekerjaan ke depannya.

"Tolong terima sesulit apapun terima dan seberat apapun terima karena saya tahu bapak-bapak ini biasa bebas hidupnya tetapi sekarang harus ada ikatan aturan. Jadi bapak-bapak harus mengikuti aturannya dan tidak boleh lagi bebas," ungkapnya.

"Karena apa kalau kita seenaknya sendiri maka orang lain juga tidak akan mau dengan kita dan jadi kita tidak boleh dan saya nitip pikirkan itu masa depan bapak-bapak. Jangan pikirkan sekarang. Pikirkan bahwa saya hidup sekian tahun lagi. Jadi karena itu saya berharap tadi seberat atau sesulit apapun tolong dijalankan," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved