Berawal Dari Hobi, Alumni Unpad di Palembang Pilih Bisnis Budidaya Kaktus, Aglonema Bakal Menyusul
Di Palembang sendiri, terdapat Graha_Taman Kaktus yang berada di kompleks Perumahan Bumi Nusa Cendana 2, Jalan Lebak Murni
Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG----Aktivitas bercocok tanam tanaman hias menjadi primadona saat ini, apalagi di masa Pandemi Covid-19.
Selain dapat menghilang penat, hobi tersebut bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah dengan berbisnis jual-beli tanaman, baik secara online ataupun offline.
Banyaknya warga yang memiliki hobi merawat tanaman hias, tak pelak membuat beragam jenis tanaman hias laris diburu konsumen untuk dijadikan penyejuk di sudut ruangan atau sebagai salah satu koleksi tanaman idaman di rumah.
Salah satu tanaman yang masih laris dicari oleh pencinta tanaman hias di Palembang yaitu Kaktus.
Kaktus adalah nama yang diberikan untuk anggota tumbuhan berbunga famili Cactaceae.
Kaktus sendiri dapat tumbuh pada waktu yang lama tanpa air, dan biasanya ditemukan di daerah-daerah yang kering (gurun). Kaktus juga memiliki daun yang berubah bentuk menjadi duri sehingga dapat mengurangi penguapan air lewat daun.
Oleh sebab itu, kaktus dapat tumbuh pada waktu yang lama tanpa air.
Bentuknya yang menjulang tinggi, dan jika memiliki cabang alami, membuat tanaman jenis ini dibanderol dengan harga cukup menguras kantong para penghobi tanaman hias.
Dimana, jika batang kaktus mencapai 1 meter keatas atau memiliki cabang alami, jenis tanaman yang mudah perawaratannya ini bisa dijual seharga Rp 1 juta keatas.
Dengan harga yang cukup mahal, membuat bisnis jual-beli tanaman kaktus semakin digandrungi oleh masyarakat Palembang.
Di Palembang sendiri, terdapat Graha_TamanKaktus yang berada di kompleks Perumahan Bumi Nusa Cendana 2, Jalan Lebak Murni (Samping kolam retensi) Kecamatan Sako Palembang.
M Divo Alam (23) pemilik Graha_ TamanKaktus yang dibangunnya hampir setahun lalu, mengaku sejak menamatkan kuliah di Universitas Padjajaran (Unpad) dan masa pandemi Covid-19, ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bercocok tanam tanaman hias Kaktus.
Dimana dari hobi keluarga besarnya yang suka pada tanaman khususnya pohon kaktus, ia memberanikan diri mencoba untuk melakukan budidaya kaktus dengan belajar secara otodidak.
Dari budidaya tersebut, beragam jenis atau varian Kaktus miliknya dibanderol dengan harga yang beragam mulai dari Rp75.000 plus pot geraba terakota (tanah liat), hingga harga mencapai Rp 1 juta keatas.
"Sebenarnya saya cuma hobi awalnya, tapi disperensiasi dimana budidaya konotasinya soal binatang, tapi tanaman kaktus lebih sedikit dan perlu banyak ide. Ketika mencoba dari masa pandemi awal 2020 hingga 6 bulan eksplorer budidaya telah kita lakukan," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/budidaya-kaktus.jpg)