Mengenal Sosok Jack Ma, Miliarder Berani Kritik Pemerintah China, Kini Menghilang

Jack Ma orang terkaya nomor 25 versi Bloomberg's Billionaires Index ini diduga hilang setelah memberikan kritik terhadap Pemerintah China

Editor: Wawan Perdana
Humas Pemprov Sumsel
Pendiri Alibaba Group Jack Ma saat menonton langsung partai final Sepakbola Wanita Asian Games 2018 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Jumat (31/08) malam. 

TRIBUNSUMSEL.COM-Jack Ma, miliarder ini berani mengkritik pemerintahan China.  Jack Ma bukan orang sembarangan, ia termasuk orang terkaya di China.

Kekayaan Jack Ma memang turun dari 61,7 miliar dollar AS (Rp 866 triliun) pada Oktober, menjadi 51,2 miliar dollar AS (Rp 718 triliun) pada akhir tahun 2020.

Namun kekayaan Jack Ma hanya mampu dilampaui oleh Zhong Shanshan.

Zhong Shanshan baru saja dinobatkan sebagai orang terkaya baru di Asia dan orang terkaya ke-11 di dunia dengan kekayaan mencapai 77,8 miliar dollar AS (Rp 1 kuadriliun).

Jack Ma orang terkaya nomor 25 versi Bloomberg's Billionaires Index ini diduga hilang setelah memberikan kritik terhadap Pemerintah China pada 24 Oktober 2020.

Dikutip dari Kompas.com, kabar hilangnya Jack Ma menguat setelah ia tidak hadir dalam babak final program reality show, Africa's Business Heroes pada November lalu.

Di program tersebut, Jack Ma menjadi juri.

Tidak hanya absen, foto-foto Jack Ma di website tersebut juga dihapus, demikian dilaporkan media Inggris, The Telegraph.

Kritik Jack Ma terhadap Partai Komunias China berkaitan dengan aturan perbankan di negara tersebut.

Baca juga: Fakta-fakta Kabar Miliarder Jack Ma Hilang Misterius Setelah Kritik Pemerintah China

Jak Ma menyebut bank di China bekerja seperti rumah gadai karena harus memberikan jaminan terkait dengan kredit.

Tidak hanya itu, Jack Ma juga menyorot regulasi perbankan yang dianggap menghambat inovasi dan harus dilakukan perubahan.

Profil Jack Ma

Kini dikabarkan menghilang, seperti apa profil Jack Ma?

Dikutip dari Surya, Selasa (5/1/2021), Jack Ma Lahir pada 10 September 1964 di Hangzhou, Provinsi Zheijiang.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved