Breaking News:

Penanganan Corona

Penularan Kasus Corona di Sumsel Semakin Cepat, 14 Tenaga Kesehatan Meninggal Dunia

Lebih lanjut ia mengatakan, 14 Nakes yang meninggal karena Covid-19 dengan rincian 4 dokter, 4 bidan, 5 perawat, dan 1 nakes lainnya

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Wawan Perdana
TRIBUNSUMSEL.COM
Di Sumsel akhir-akhir ini penambahan kasus positif Covid-19 meningkat lebih cepat, karena mobilitas masyarakat yang cukup tinggi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Penambahan kasus positif Covid-19 di Sumatera Selatan (Sumsel) masih meningkat.

Data Covid-19 pada tanggal 2 Januari 2021 yang terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah 45 orang, sehingga totalnya mencapai 11.945.

Total yang sembuh 9.699 atau 81,2 persen dan total yang meninggal 615 orang atau 5,1 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Dra. Lesty Nurainy, Apt. M.Kes mengatakan, untuk kasus kematian karena Covid-19 di Sumsel agak menurun. Sebelumnya diangka 5,4 persen dan sekarang diangka 5,1 persen.

"Untuk tenaga kesehatan (nakes) yang menangani langsung Covid-19 dan meninggal ada 14 orang," kata Lesty Nurainy saat dikonfirmasi Tribun Sumsel, Minggu (3/1/2021).

Lebih lanjut ia mengatakan, 14 Nakes yang meninggal karena Covid-19 dengan rincian 4 dokter, 4 bidan, 5 perawat, dan 1 nakes lainnya.

Baca juga: Keluarga Persilatan Persaudaraan Setia Hati Turut Berduka Meninggalnya Febrianto

Jumlah tersebut tidak bisa dikatakan banyak atau sedikit, namun intinya jangan sampai ada kematian terhadap Covid-19.

Maka perlu dilakukan audit pelayanan kesehatan di rumah sakit maupun mortality untuk perbaikan selanjutnya.

"Di Sumsel akhir-akhir ini penambahan kasus positif Covid-19 meningkat lebih cepat, karena mobilitas masyarakat yang cukup tinggi. Kalau awalnya untuk penambahan 1000 kasus sampai 70 hari. Kini dalam 12 hari sudah 1000 kasus, artinya semakin cepat," katanya.

Sedangkan untuk puncak Covid-19 menurut Lesty, belum bisa diketahui yang mana, sebab masih fluktuatif. Maka menurutnya masih perlu dilihat lagi beberapa hari kedepan.

"Kami menghimbau kepada masyarakat agar sadar bahwa pandemi ini masih berlangsung dan penularannya cukup tinggi, sehingga protokol kesehatan (Prokes) seperti 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak) tetap harus diterapkan dimana saja," katanya.

Lesty juga menghimbau, agar para pemimpin kegiatan harus betul-betul menjaga protokol kesehatan dan yang ikut kegiatan semuanya harus dalam kondisi sehat.

Bisa dengan cara di rapid atau di cek suhu tubuhnya dan lain-lain. Jangan sampai ada yang orang tanpa gejala (OTG) ikut kegiatan.

"Vaksin memang sudah sampai di Indonesia, namun alangkah baiknya kalau Prokes tetap diterapkan dengan ketat. Supaya pandemi ini segera berakhir. Seandainya nanti suda vaksinasi pun masih tetap harus waspada, karena butuh proses. Maka kepatuhan masyarakat hal yang besar, untuk mencegah penularan," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved