Ke Mantan Pacar, Anthony Warner Pelaku Pengeboman di Nashville Mengaku Idap Kanker, Fakta Lainnya

Warner juga dilaporkan memberikan dua rumahnya di Nashville kepada seorang wanita bernama Michelle Swing, yang tinggal di California, sebelum serangan

Tayang:
Editor: Weni Wahyuny
AFP
Pria di balik ledakan bom di Nashville AS, Anthony Warner (63) berkata kepada mantan pacarnya bahwa ia mengidap kanker. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Fakta baru pelaku bom di Nashville Amerika Serikat.

Anthony Warner (63) berkata kepada mantan pacarnya bahwa ia mengidap kanker.

Anthony yang tewas saat meledakkan bom tersebut, dikabarkan sedang menyelesaikan urusannya, dan bahkan mengaku sakit.

Ledakan itu dilakukan di sebuah kendaraan RV di pusat kota Nashville, melukai tiga orang dan menyebabkan kerusakan parah di daerah itu.

Hampir tiga minggu sebelum serangan itu, Warner memberi tahu mantan pacarnya bahwa dia menderita kanker dan lantas memberinya mobilnya, menurut laporan New York Times.

Warner juga dilaporkan memberikan dua rumahnya di Nashville kepada seorang wanita bernama Michelle Swing, yang tinggal di California, sebelum serangan itu.

Belum diketahui apa hubungan Warner dengan Michelle Swing.

Dalam foto dari halaman Twitter Departemen Kepolisian Metro Nashville ini, kerusakan terlihat di jalan setelah ledakan di Nashville, Tennessee pada 25 Desember 2020. Para pejabat percaya bahwa ledakan pagi Natal di pusat kota Nashville adalah tindakan yang disengaja, menurut juru bicara Kepolisian Metro Nashville, Don Aaron.
Dalam foto dari halaman Twitter Departemen Kepolisian Metro Nashville ini, kerusakan terlihat di jalan setelah ledakan di Nashville, Tennessee pada 25 Desember 2020. Para pejabat percaya bahwa ledakan pagi Natal di pusat kota Nashville adalah tindakan yang disengaja, menurut juru bicara Kepolisian Metro Nashville, Don Aaron. (Handout / Metro Nashville Police Department / AFP)

Polisi menduga Warner memiliki hubungan dengan ibu Michelle.

Penyelidik saat ini sedang menyelidiki tindakan aneh Warner dalam beberapa minggu menjelang pemboman, untuk mencoba mencari tahu motifnya.

Sebuah sumber yang dekat dengan penyelidikan mengatakan kepada The Daily Mail bahwa Warner menganut banyak teori konspirasi, dan mungkin percaya bahwa jaringan 5G membunuh orang.

Teori 5G juga bisa dikaitkan dengan ayah Warner, yang meninggal karena demensia pada 2011 setelah berkarir di BellSouth, yang diakuisisi oleh AT&T pada 2006.

Ledakan yang dilakukan Warner, terjadi di dekat gedung AT&T.

Sumber tersebut mengatakan bahwa "motif tidak resmi" yang sedang diselidiki para penyelidik adalah Warner percaya bahwa jaringan 5G berbahaya dan "dia akan dipuji sebagai pahlawan" karena meledakkan bom.

Namun, penyelidik masih mencari jejak digital Warner, kata sumber itu.

Pengeboman tersebut menyebabkan kerusakan serius pada pusat transmisi AT&T, yang telah mengganggu komunikasi telepon di beberapa negara bagian.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved