Breaking News:

Beri Makanan Bergizi, Kader Posyandu Indonesia- Rotary Club Launching Program Ayo Cegah Stunting

Forum Kader Posyandu Indonesia (FKPI) Sumsel bekerja sama Rotary Club Palembang me-launching pilot project Program Ayo Cegah Stunting di Palembang.

TRIBUN SUMSEL/LINDA TRISNAWATI
Tim Kader Posyandu Indonesia dan Rotary Club of Palembang foto bersama di acara lauching Pilot Project Ayo Cegah Stunting di Kelurahan 7 Ulu Palembang 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Forum Kader Posyandu Indonesia (FKPI) Sumsel bekerja sama Rotary Club Palembang, Sabtu (19/12/2020) lalu me-launching pilot project Program Ayo Cegah Stunting di Palembang, di Kelurahan 7 Ulu Palembang.

Program ini memberikan makanan sehat rekomendasi ahli gizi untuk diberikan kepada anak berpotensi stunting dan ibu hamil yang kemungkinan melahirkan anak berpotensi stunting.

Kegiatan dihadiri Lurah 7 Ulu Haryanto, Kepala Puskesmas 7 Ulu dr Rustina, Presiden Rotary Club of Palembang Yanti, Ketua FKPI Sumsel, Sukardi SThI, perwakilan BKKBN Sumsel, para kader posyandu, anggota Rotary Club dan undangan lainnya.

Presiden Rotary Club of Palembang Yanti mengatakan kegiatan ini merupakan kerjasama antara Rotary Club Palembang dan FKPI Sumsel sebagai wadah tempat berkumpul para kader posyandu yang mengetahui betul bagaimana kondisi masyarakat di lingkungan tempat tinggal mereka. Kerja sama mulai dari mengumpulkan data, survei ke lapangan sampai akhirnya menetapkan penerima program. Program ayo cegah stunting ini
program nasional dari distrik dan dari pemerintah yang memang tahun ini fokusnya stunting.

"Ini merupakan pilot project, karena ini jangka panjang. Tujuannya agar kehidupan di sini lebih baik lagi," katanya seraya berharap dengan program ini bisa memperbaiki gizi anak-anak dan bisa bertumbuh dengan baik.
Ada 16 orang anak dan 9 ibu hamil yang akan diberikan asupan makan setiap hari. Untuk anak-anak akan diberikan selama satu tahun (365 hari) dan untuk ibu hamil akan diberikan sampai melahirkan. Juga akan dilakukan perbaikan infrastruktur sanitasi.

"Untuk pendistribusian makanannya nanti akan dilakukan kader posyandu. Setiap pukul 11.00 WIB makanan akan diantarkan ke rumah masing-masing," katanya.

Pemberian makanan bergizi kepada Dinda, salah satu ibu hamil berpotensi melahirkan anak stunting di kelurahan 7 Ulu Palembang
Pemberian makanan bergizi kepada Dinda, salah satu ibu hamil berpotensi melahirkan anak stunting di kelurahan 7 Ulu Palembang (TRIBUN SUMSEL/LINDA TRISNAWATI)

Makanan yang diberikan ini dibuat khusus oleh ahli gizi yang ada di Rumah Sakit Charitas. Untuk anak-anak diberikan makanan pokok dan makanan tambahan, yang disesuaikan dengan umur dan kebutuhan masing-masing anak. Sebab setiap anak tentu berbeda-beda. Sedangkan untuk ibu hamil diberikan makanan tambahan berupa snack, susu dan buah-buahan.

Ketua FKPI Sumsel Sukardi SThI mengatakan di kota Palembang ada sebanyak 906 posyandu dengan 5000 kader posyandu. Posyandu sebagai garda terdepan dalam menghasilkan generasi penerus bangsa yang sehat dan cerdas.

"Masalah stunting ini adalah masalah yang sangat banyak ditemui saat ini dan rata-rata penyebabnya, karena faktor ekonomi. Karena itu, adanya kerjasama melalui program Ayo Cegah Stunting sangat membantu sekali. Mudah-mudahan akan mengurangi jumlah anak gizi buruk yang berpotensi stunting, dan menjadikan mereka sehat dan cerdas ," katanya.

Sementara itu dr Yudha Rachmana dari Puskesmas 7 Ulu menjelaskan tentang apa itu stunting.

Halaman
12
Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved