Breaking News:

Lika : JKN KIS Adalah Kebutuhan

Lika mengatakan bahwa pendaftaran karyawan sebagai peserta JKN-KIS oleh perusahaan  merupakan bukti bahwa perusahaan sangat memerhatikan kesejahteraan

BPJS Kesehatan
Lika Saputra (41) adalah salah satu dari ratusan ribu masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu yang menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN – KIS). Menurutnya, menjadi peserta JKN–KIS sudah menjadi suatu kebutuhan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, OKU -  Lika Saputra (41) adalah salah satu dari ratusan ribu masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu yang menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN – KIS). Menurutnya, menjadi peserta JKN–KIS sudah menjadi suatu kebutuhan.

“Kalau sudah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS, kami merasa sudah ada yang melindungi kami dari ketidakpastian biaya pelayanan kesehatan. Saya mengantisipasi untuk keluarga saya sendiri ketika suatu saat ada anggota keluarga yang sakit, sudah ada JKN-KIS yang menanggung biaya pengobatannya,” kata Lika saat diwawancarai oleh tim Jamkesnews (15/12).

Lika mengungkapkan bahwa tubuh tidak selalu dalam kondisi sehat, sedangkan di satu sisi biaya untuk berobat tidaklah murah. Untuk itu, ia mengatakan perlu adanya jaminan kesehatan yang dapat digunakan untuk mengantisipasi ketidakpastian kondisi tersebut.

“Saya bekerja di perusahaan swasta, sehingga sudah mendapatkan perlindungan JKN-KIS untuk  istri dan ketiga anak saya,” ujar Lika.

Lika mengatakan bahwa pendaftaran karyawan sebagai peserta JKN-KIS oleh perusahaan  merupakan bukti bahwa perusahaan sangat memerhatikan kesejahteraan karyawan.

Hal ini pun menjadikan ia lebih semangat untuk bekerja.

"Pendaftaran karyawan sebagai peserta JKN-KIS merupakan salah satu pemenuhan haknya oleh perusahaan. Saya yakin, perusahaan manapun memiliki kewajiban memberikan jaminan kesehatan bagi karyawannya. Karyawan pun lebih tenang dalam bekerja, otomatis mereka akan lebih fokus, dengan demikian perlahan-lahan akan berdampak terhadap produktivitas,” kata Lika.

Lika sudah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS pada tahun 2017 lalu. Ia mengaku belum pernah menggunakan kartu JKN-KIS untuk berobat. Namun ia bercerita bahwa beberapa kerabat dan tetangganya sudah pernah menggunakan dan merasakan manfaat JKN-KIS.

“Alhamdulillah kalau saya dan keluarga belum pernah menggunakan kartu JKN-KIS ini, itu berarti saya dan keluarga masih diberikan kesehatan oleh Allah SWT. Saya mendengar orang- orang disekitar saya sudah pernah menggunakan kartu JKN-KIS dan tidak ada keluhan dari mereka. Jadi selama memiliki kartu JKN-KIS, saya merasa lebih aman untuk bekerja. Saya tidak perlu takut untuk biaya kalau sakit dan butuh berobat. Dengan adanya kartu JKN-KIS ini, saya bisa jadi fokus bekerja,” ungkap Lika. (RW/df)

Editor: Weni Wahyuny
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved