Breaking News:

Berita Banyuasin

SMK PP N Sembawa Kembangkan Instalasi Ternak Kambing, Terapkan Teaching Factory Vokasi UPT Kementan

SMK PP Negeri Sembawa mengembangkan instalasi ternak kambing, terapkan Teaching Factory Vokasi UPT Kementan.

HUMAS SMK PP NEGERI SEMBAWA
SMK PP N Sembara Kembangkan Instalasi Ternak Kambing, Terapkan Teaching Factory Vokasi UPT Kementan 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PP Negeri Sembawa sebagai unit pelayan teknis Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian yang berfungsi sebagai penyelenggara pendidikan menengah vokasi Pertanian memiliki 4 program studi satalah satunya Agribisnis Ternak Unggas.

Program Studi ini lebih akrab disapa dengan prodi ATU diambil dari Akronim Agribisnis Ternak Unggas, yang mempelajari tentang Teknik Budidaya Unggas (hewan ternak kelompok burung) baik pedaging, petelur, maupun bulunya.

Semua prodi memiliki tambahan ilmu pengetahuan yang diajarkan kepada siswa selain dari prodi pilihannya, begitu juga prodi ATU yang memiliki instalasi ternak ruminansia (hewan pemamah biak) sapi dan kambing.

Dua instalasi ternak ruminansia tambahan ini sangat bermanfaat bagi siswa guna menambah ilmu pengetahuan di bidang peternakan. SMK PP Negeri Sembawa mengembangkan instalasi ternak kambing, terapkan Teaching Factory Vokasi UPT Kementan.

Apalagi hampir setiap masyarakat yang ada di desa mereka tinggal juga banyak yang memiliki hewan ternak sapi dan kambing.

Selain itu letak SMK PP Negeri Sembawa yang sangat dekat dengan Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Sembawa menjadi salah satu pendukung prodi ATU.

Kepala SMK PP N Sembawa Ir Mattobi’i, MP dijumpai jumat (4/12/2020) menjelaskan Instalasi ternak Kambing SMK PP Negeri Sembawa memiliki 24 ekor kambing yang terdiri dari 18 ekor kambing lokal, 4 ekor kambing etawa, serta sepasang domba.

Dua indukan kambing melahirkan tiga anakan kambing yang berasal dari pejantan kambing etawa, serta satu induk domba yang melahirkan satu anak domba berusia satu minggu. Ini merupakan kabar yang sangat baik bagi tim instalasi ternak SMK PP Negeri Sembawa.

Siswa dapat menyaksikan langsung proses partus/kelahiran, sehingga ke depan siswa ATU akan mengerti seperti apa keadaan kelahiran kambing dalam partus normal maupun tidak normal atau butuh bantuan tenaga medis.

"Alhamdlilah indukan kambing dan domba bisa partus normal, tidak perlu bantuan dari tim medis kami. Usia buntingnya pun sekiitar 150 hari, dan anak kambing bisa keluar dalam waktu sekitar 20 menitan jadi tidak perlu pertolongan tim medis," tutur drh Widia Siska kepada media.

Instalasi ternak ini ke depan akan kami buat seperti proses pembelajaran teaching factory yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri.

"Kedepan akan ada keterlibatan unsur pemerintah daerah dan stakeholders dalam proses pembuatan regulasi, perencanaan, implementasi maupun evaluasinya. Saat ini kami sudah menjalin MOU dengan beberapa perusahaan maupun instansi yang bergerak dibidang peternakan seperti PT. Estetika Tata Tiara (KIBIF), PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk, PT. Medion Farma, Serta beberapa perusahaan lainnya," ujar ketua program studi ATU Siwi Purwati.

Sudah hampir semua proses pembelajaran di SMK PP Negeri Sembawa menerapkan teaching factory, dengan proses pembelajaran teaching factory siswa dapat belajar dan menguasai keahlian atau keterampilan yang dilaksanakkan berdasarkan prosedur dan standar kerja industri sesungguhnya.

Produk-produk hasil pebelajaran siswa juga bisa di pasarkan dimasyarakat sehingga hasilnya dapat menambah pendapatan negara bukan pajak (PNBP), yang nantinya bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional sekolah.

Ikuti Kami di Google

Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved