Berita Muratara

Teror Telur Ayam Dibungkus Kafan Marak Jelang Pencoblosan Pilkada Muratara, Dikirim Pas Tengah Malam

Iya benar, tadi malam, kira-kira sekitar jam 12 lah, telur ayam kampung terbungkus kain putih

Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/RAHMAT AIZULLAH
Telur ayam terbungkus kain putih yang dikabarkan dikirim orang tidak dikenal ke posko induk pemenangan pasangan calon Devi Suhartoni dan Inayatullah di Desa Lawang Agung, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Rabu (2/12/2020) dini hari. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Jelang pencoblosan 9 Desember mendatang, sejumlah kejadian aneh dialami tim pasangan calon. Termasuk teror yang diduga untuk menakut-nakuti. 

Tim pemenangan pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) nomor urut 01 dibuat heboh. 

Posko pemenangan paslon Devi Suhartoni dan Inayatullah dikabarkan mendapat kiriman telur ayam yang dibungkus kain putih seperti kain kafan.

Posko yang dikirim telur ayam adalah posko induk pemenangan Devi-Inayatullah di Desa Lawang Agung, Kecamatan Rupit.

Juru bicara paslon Devi-Inayatullah Hadye Yatullah dikonfirmasi membenarkan adanya pengiriman telur ayam tersebut.

"Iya benar, tadi malam, kira-kira sekitar jam 12 lah, telur ayam kampung terbungkus kain putih," kata Hadye Yatullah kepada Tribunsumsel.com, Rabu (2/12/2020).

Ia mengungkapkan tak hanya posko pemenangan, rumah kediaman Calon Bupati Devi Suhartoni di Muara Rupit juga mendapat kiriman telur ayam.

Menurut Hadye, pengiriman telur ayam tersebut diyakini tim Devi-Inayatullah sebagai media serangan politik dengan cara gaib atau perdukunan.

"Ngeri sekali, syirik makin menjadi jadi, semoga kita semua tetap dalam lindungan Allah dari balak dan marabahaya," kata Hadye.

Edo, saksi yang melihat pengiriman telur ayam ke posko induk pemenangan Devi-Inayatullah mengungkapkan awalnya mereka sedang bermain gaple di teras posko.

Tiba-tiba ada mobil berwarna hitam berhenti di dekat posko tepat pada pukul 12:00 WIB.

"Tidak lama mobil itu pergi, kami curiga, langsung kami dekati tempat mobil tadi, ketemulah telur ayam terbungkus kain putih itu."

"Kami mencoba mengejar mobil itu tapi tidak ketemu lagi, kami tidak kenal mobil dan orang di dalamnya," kata Edo.

Calon Wakil Bupati Muratara nomor urut 01, Inayatullah mengatakan pengiriman telur ayam tersebut biasanya untuk menyerang seseorang dengan cara gaib atau perdukunan.

"Itu biasanya dipakai menyerang orang lain atau dianggap lawan degan cara gaib atau perdukunan."

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved