Berita Ogan Ilir
Hari ke-20 Santri Hanyut di Sungai Ogan Belum Ditemukan, Pencarian Libatkan Penyelam Tradisional
Kami belum menghentikan pencarian. Khususnya Polsek Muara Kuang dibantu warga setempat masih mencari santri tersebut.
Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Tim gabungan terdiri dari Polsek Muara Kuang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ogan Ilir dan dibantu masyarakat, masih mencari Ahmad Zaki Zikri yang hanyut di Sungai Ogan di Desa Munggu, Kecamatan Muara Kuang, pada Sabtu (31/10/2020) lalu pukul 07.00.
Hingga hari ini atau 20 hari setelah dinyatakan hilang, Zaki santri berusia 17 tahun tersebut belum ditemukan.
"Belum ditemukan. Pencarian masih dilakukan," kata Kapolsek Muara Kuang, Ipda Hendri Rozin, Jumat (20/11/2020).
Tim gabungan, kata Hendri, telah menyusuri sungai hingga jarak 10 kilometer, namun Hendri belum ditemukan.
"Kami sudah menyusuri dari titik santri hanyut hingga 10 kilometer ke arah hilir sungai," terang Hendri.
Baca juga: Pria Pengangguran Jambret Hp, Kejar-kejaran dengan Polisi, Terjatuh Babak Belur Diamuk Massa
Baca juga: Marak Pencurian Bunga Hias di Rumah Warga, Ini Imbauan Kasubag Humas Polrestabes Palembang
Tak hanya tim gabungan, penyelam tradisional ikut dilibatkan dalam pencarian santri hanyut ini.
Tim gabungan kini masih melakukan pencarian hingga Zaki ditemukan.
"Kami belum menghentikan pencarian. Khususnya Polsek Muara Kuang dibantu warga setempat masih mencari santri tersebut," tegas Hendri.
Sementara Kepala BPBD Ogan Ilir, Jamhuri nomor teleponnya tak aktif saat dihubungi.
Begitu juga saat didatangi ke kantornya, Jamhuri tak ada.
Sebelumnya, informasi yang dihimpun dari polisi, Zaki dan 19 orang rekannya yang merupakan santri di Pondok Pesantren (ponpes) Al-Ittifaqiah Indralaya, pergi ke Desa Munggu pada Jumat (29/10/2020) petang.
"Para santri ini didampingi ustaz pembimbing. Mereka bertujuan silaturahmi dan khataman Alquran di Desa Munggu," kata Hendri.
Setibanya di Desa Munggu, rombongan santri menginap di salah seorang santri bernama Aji Dermawan.
Kemudian pagi harinya, Zaki dan 15 orang santri lainnya mandi di Sungai Ogan Desa setempat.
Ke-16 orang santri tersebut lalu bermaksud berenang menyeberangi sungai, namun beberapa orang diantaranya hanyut.
"Diduga karena arus sungai yang deras, beberapa orang santri yang diduga kelelahan, hanyut terbawa arus," ungkap Hendri.
Menurutnya, beberapa orang santri sempat berusaha menyelamatkan Zaki, namun tidak berhasil.
"Arus sungai diduga sangat deras sehingga yang bersangkutan tidak dapat diselamatkan dan sampai sekarang belum ditemukan," kata Hendri.