Breaking News:

Pertangguh Anggota Polda Sumsel Melalui Pelatihan Trauma Healing

SDM Polda Sumsel Bagian Psikologi Pelatihan Trauma Healing bagi konselor dan Polwan yang ada di jajaran Polda Sumsel, Kamis (12/11/2020).

ISt
Pertangguh Anggota Polda Sumsel Melalui Pelatihan Trauma Healing 

TRIBUNSUMSEL.COM - SDM Polda Sumsel Bagian Psikologi Pelatihan Trauma Healing bagi konselor dan Polwan yang ada di jajaran Polda Sumsel, Kamis (12/11/2020).

Pelatihan yang dilaksanakan di Ballroom Aston Hotel Palembang sejak pagi hari ini, bertujuan agar anggota Polri yang ada di jajaran Polda Sumsel bisa memberikan pendampingan kepada para korban bencana.

Selain menjadi pendamping, pelatihan ini juga diharapkan anggota Polri khususnya di Polda Sumsel bisa mengendalikan dirinya sendiri.

Kabag PSI Biro SDM Polda AKBP M Fatkhul Birri yang juga Ketua Pelaksana menjelaskan, pelatihan yang sempat dihadiri Karo SDM Polda Sumsel Kombes Pol Irvan dilaksanakan melihat kondisi Indonesia khususnya Sumsel yang juga menjadi daerah rawan bencana.

Baik itu bencana alam, bencana sosial dan bencana lainnya, bagian Psi Biro SDM Polda Sumsel menganggap perlu memberikan pelatihan Trauma Healing bagi para anggota.

"Cakupan wilayah Polda Sumsel terbilang sangat luas, untuk pelayanan ke masyarakat tidak mungkin Polda Sumsel bisa cepat turun langsung ke lapangan.

Jadi, peserta pelatihan inilah yang nantinya bisa diturunkan untuk memberikan trauma healing bagi korban selamat dalam bencana," katanya ketika ditemui.

Meski hanya sehari dilaksanakan, para peserta pelatihan diberikan pembekalan teknik-teknik dalam penanganan trauma healing untuk seseorang yang mengalami trauma pasca mengalami bencana.

Pendampingan psikologis bagi korban bencana dan memberikan support dianggap sangat perlu. Sehingga, kondisi psikologis korban bisa cepat pulih.

Dengan kondisi korban yang cepat pulih, membuat proses untuk interogasi atau meminta keterangan bisa dilakukan.

"Pelatihan ini juga sebagai sarana untuk melatih anggota Polri dalam pengendalian diri sendiri. Sehingga bisa rileksasi dan bisa lebih tangguh menghadapi bencana ketimbang masyarakat umum," jelasnya.

Nantinya, anggota yang sudah mengikuti pelatihan ini nantinya juga akan menjadi konselor bagi anggota yang lainnya.

Sehingga, ilmu yang sudah diperoleh dari pelatihan ini bisa dipraktekkan.

"Pelatihan ini juga bisa menumbuhkan empati, meningkatkan pengendalian diri, meningkatkan fungsi otak kiri dan kanan. Sehingga bisa dengan mudah mengekpresikan diri dan terjun ke masyarkat pasca terkena bencana. Disisi lain, memelihara kesehatan mental," katanya.

Pelatihan yang diikuti minimal dua anggota dari setiap Polres dan bagian ini, juga menggaet Himpunan Psikologi Indonesia sebagai narasumber.

Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved