Pemilu Amerika Serikat

Sinyal 'KALAH', Donald Trump Mendadak Bognkar Kecurangan Joe Biden di Pilpres AS : Curi Suara!

Penghitungan suara Pilpres Amerika Serikat hingga kini masih terus berlangsung.Diketahui terdapat dua calon pada Pilpres kali ini, yaitu Joe Biden d

Editor: Moch Krisna
APTN
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump 

TRIBUNSUMSEL.COM - Penghitungan suara Pilpres Amerika Serikat hingga kini masih terus berlangsung.

Diketahui terdapat dua calon pada Pilpres kali ini, yaitu Joe Biden dan Donald Trump.

Perolehan suara kedua calon tampak bersaing ketat dengan Joe Biden sekira pukul 12.00 WIB lebih unggul dari Donald Trump.

Meski belum pasti, Donald Trump menuding Biden mein curang di Pilpres kali ini.

Sekira pukul 12.00 WIB, Joe Biden unggul dengan 205 electoral votes.

Sedangkan Trum mengumpulkan 114 electoral votes.

Bila ingin terpilih menjadi presiden Amerika Serikat pada periode kali ini, mereka minimal harus mendapatkan 270 electoral votes atau separuh dari electoral votes yang ada.

Trump melalui akun Twitter pribadinya menyebut Joe Biden telah curang dalam Pilpres AS kali ini.

Selain itu, Trump juga mengklaim kemenangannya.

"Kita menang BESAR, tetapi mereka mencoba MENCURI hasil Pemilu. Kita tidak akan pernah membiarkan mereka melakukannya. Suara tidak dapat diberikan setelah Polling ditutup!" ucap Trump.

Dikutip dari Tribunnews.com, Rabu (4/11/2020), cuitan calon presiden Amerika Serikat 2020 dari Partai Republik Donald Trump diberikan peringatan oleh Twitter.

Cuitan itu ditengarai memberikan informasi yang tidak benar.

Cuitan itu kemudian tak bisa dibalas, disukai, atau di-retweet.

Dikutip dari TribunPalu.com, Rabu (4/11/2020), kedua kandidat bersaing untuk memenangkan suara dari Electoral College atau Dewan Elektoral.

Setiap negara bagian memiliki jumlah suara electoral college tertentu berdasarkan populasinya.

Mengingat ada 538 suara yang diperebutkan, pemenangnya adalah kandidat yang mendulang 270 suara atau lebih.

Itu artinya para pemilih menentukan persaingan pada tingkat negara bagian, alih-alih tingkat nasional.

Sebelumnya 

Update Pilpres Amerika Serikat Kamis (5/11/2020).

Joe Biden unggul dengan jumlah 264 suara dari Donald Trump yang memperoleh 214 suara, hingga Pukul 07.05 Wita berdasarkan live AP.

Belum ada kandidat yang memperoleh 270 suara dari Electoral College yang diperlukan untuk memenangkan kursi Gedung Putih.

Peluangnya sebagai presiden baru AS lebih besar untuk sementara ini, sedangkan Trump makin menunjukkan tanda-tanda kekalahan.

Ada margin ketat di beberapa negara bagian yang jadi medan pertempuran kedua kandidat.

Dikutip dari cnbctv18.com, penasihat teratas untuk Biden dan Trump masing-masing menyatakan keyakinan bahwa mereka memiliki jalan yang lebih mungkin menuju kemenangan.

Menurut AP, kubu kampanye Donald Trump saat ini sedang ajukan gugatan untuk menghentikan penghitungan suara di Negara Bagian Michigan dan Pennsylvania, karena isu "kurangnya" transparansi

.Kubu Trump sedang mengupayakan agar Mahkamah Agung AS melakukan intervensi terkait penghitungan suara yang sedang berjalan. 

Untuk kedua negara bagian itu, pihak Trump menuntut akses yang lebih baik bagi pengamat kampanye ke lokasi di mana surat suara sedang diproses dan dihitung.

Kubu Trump meminta Mahkamah Agung untuk menentukan apakah surat suara yang diterima hingga tiga hari setelah pemilihan dapat dihitung, demikian kata Justin Clark, wakil manajer kampanye Trump. 

Suara Trump berada sedikit di belakang calon dari Partai Demokrat Joe Biden di Michigan. Sedangkan di Pennsylvania, Trump berada di depan.

Namun, margin keunggulan Trump di sana menyusut setelah lebih banyak surat suara yang dikirim lewat pos, dihitung

Sejauh ini tidak ada laporan kecurangan atau segala jenis masalah terkait surat suara di Pennsylvania.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved