Istri Tahu Suami Gantung Diri dari FB, Langsung Mengurung Diri di Kamar Mandi Sambil Bawa Sarung
Bulewong ditemukan tewas di Jalan Ir Sutami, Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, tepatnya di area Kompleks Pergudangan depan Kantor P
TRIBUNSUMSEL.COM - Kebahagiaan antara seorang wanita berinisial N dengan sang suami, Bulewong (23) hanya bertahan singkat.
Dipersunting Bulewong, Jumat (30/10/2020) sekira pukul 19:00 Wita, N malah mendapat kabar duka keesokan harinya.
Belum sempat menikmati indahnya menjadi pengantin baru, N harus bersabar ditinggal Bulewong selama-lamanya.
Baca juga: Istri Bunuh Suami Gegara Uang Rp500 Ribu, Malah Buat Laporan Bunuh Diri, Dendam Lama Terbongkar
Baca juga: Ibu Bunuh Anak Kandung Gegara Dipergoki Sedang Berhubungan di Ladang, Kecurigaan Suami Terjawab
Baca juga: Rekaman CCTV Ungkap Fakta Baru Oknum Anggota Moge Hajar Anggota TNI, Polisi Lerai Tapi Dikacangin
Baca juga: Baru 2 Hari jadi Pengantin Baru, Suami Bunuh Diri, Gelagat Aneh Sebelum Ditemukan Tewas Tergantung
N bahkan mengetahui suaminya meninggal dunia dari unggahan Facebook.
"Kami tahu dari medsos (Facebook) karena wajahnya (korban) terlihat jelas,"
"Saya dan N langsung ke tempat penemuan," tutur Morgan, sepupu N di kediamannya Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, dikutip dari TribunKaltim.com.
Bulewong ditemukan tewas di Jalan Ir Sutami, Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, tepatnya di area Kompleks Pergudangan depan Kantor Perusda Pergudangan dan Aneka Usaha (PDPAU), Samarinda.
Follow juga:
Bulewong ternyata mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Morgan tak tahu apa penyebab pengantin baru itu nekat menewaskan dirinya sendiri.
"Istrinya sampai syok, saya juga tidak bisa menanyakan apa yang sebenarnya terjadi, bahkan sempat mengurung diri di kamar mandi," ucap Morgan.
Morgan bahkan sempat curiga N akan melakukan bunuh diri karena membawa sarung.
"Saya curiga ia (N) juga mau gantung diri karena membawa sarung," ucap Morgan.
Diceritakan Morgan, N dan Bulewong telah menjalin kasih tiga tahun lamanya.
Hingga akhirnya tanggal 30 Oktober lalu, Bulewong mempersunting N setelah dirinya menjadi mualaf.
"Sebelumnya dia (Bulewong) memang beragama non-muslim. Siang seusai sholat Jumat dia baru berpindah agama sebelum menikah pada malam harinya," kata Morgan.
N dinikahi siri Bulewong di kediaman Morgan malam harinya.
"Saya sebelumnya bertanya pada dia (almarhum), apakah mendapat restu dari orangtua,"
"Dan dijawab olehnya, bahwa pihak keluarganya sepenuhnya menyerahkan kepada dia,"
"Sebab itulah almarhum berpindah agama sebelum melangsungkan pernikahan," tutur Morgan.

Sekali lagi, Morgan mengaku tak tahu alasan apa yang menyebabkan Bulewong mengakhiri hidupnya.
Morgan juga menyebut tak pernah berkomunikasi dengan keluarga Bulewong.
"Saya juga tidak pernah berkomunikasi dengan keluarga Bulewong, karena saya juga tidak tahu," tegas Morgan.
Curiga
Meski begitu, Morgan sempat merasakan keganjilan-keganjilan yang diperlihatkan suami N.
Setelah resmi menjadi suami, Bulewong sempat berpamitan seperti orang yang gelisah.
Bulewong mengaku hendak menukar motornya kepada salah satu rekannya sekira pukul 21:00 Wita.
Bulewong pulang ke rumah pukul 01:00 Wita dan tak tidur sampai pukul 05:00 Wita.
"Namun, sejak datang (pulang ke rumah) hingga sampai subuh pukul 05.00 Wita, dirinya (almarhum) tidak tidur. Dan kembali pamit, izin hendak membeli obat," jelas Morgan.
Saat itulah terakhir Morgan melihat Bulewong.
Hingga sampai beberapa jam, Bulewong membuat istrinya dan Morgan gelisah karena tak kunjung pulang.
N sempat kesusahan menghubungi suaminya karena tak membawa ponsel.
Hingga kemudian, N mendapat kabar Bulewong tewas dari Facebook.
Ditemukan
Jasad Bulewong ditemukan oleh warga yang kebetulan melintas di pinggir jalan.
Warga curiga karena hanya melihat motor Suzuki Satria F bernopol KT 2139 II dengan posisi kunci yang masih tertempel di stop kontak saja tanpa ada pemiliknya.
Warga memutuskan mencari pemilik motor tersebut yang rupanya tewas tergantung di sebuah pohon.

"Saya tahu informasi ini karena ditelepon sama Bu Lurah (setempat). Pas saya cek, ternyata benar ada orang gantung diri," ucap Marjudi, Ketua RT setempat.
Melihat jasad Bulewong tergantung, Marjudi langsung melaporkannya kepada pihak berwajib.
Dikonfirmasi Kapolsek Sungai Kunjang, Kompol Bambang Budianto, melalui Kanit Reskrim Polsek Sungai Kunjang, Iptu Purwanto juga belum bisa memastikan motif gantung diri yang dilakukan Bulewong.
"Kami masih akan mendalami dari istrinya nanti, karena saat ini istrinya ikut mengantarkan jenazah (almarhum) pulang ke kampung halamannya di Mamuju untuk dimakamkan," jelas Iptu Purwanto, Minggu (1/11/2020).
Sementara dari identifikasi pada Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta tubuh almarhum yang dilakukan Unit INAFIS Satreskrim Polresta Samarinda tidak menemukan tanda kekerasan pada jasad Bulewong.
"Saksi-saksi di TKP yang menemukan juga tidak ada yang menyebutkan jika sebelumnya ada tindak kekerasan yang terjadi di sekitar TKP," tutupnya.
*Disclaimer:
Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.
Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.
Berbagai saluran telah tersedia bagi pembaca untuk menghindari tindakan bunuh diri.
Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup.
Anda tidak sendiri. Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.
Berikut daftar layanan konseling yang bisa Anda kontak maupun untuk mendapatkan informasi seputar pencegahan bunuh diri:
Gerakan "Into The Light"
Facebook: IntoTheLightID
Twitter: @IntoTheLightID
Email: intothelight.email@gmail.com
Web: intothelightid.wordpress.com
Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul Masih Pengantin Baru, Seorang Pria di Samarinda Ditemukan Tewas Gantung Diri