3 Pemimpin Dunia Ini Ramai-ramai Dukung Presiden Macron, Prancis Mencekam Umat Muslim Dunia Gaduh

Di lain pihak, umat muslin di berbagai belahan dunia terus menentang pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron.Meski demikian, Macron tak sendiri.

Editor: Moch Krisna
ISt
Macron dan istrinya 

Katolik,
Anda mendapat dukungan dari seluruh Bangsa. Negara kami adalah nilai-nilai kami, bahwa setiap orang dapat percaya atau tidak, bahwa setiap agama dapat dijalankan. Tekad kami mutlak. Tindakan akan mengikuti untuk melindungi semua warga negara kita.

Prancislah yang sedang diserang. Karena itu saya telah memutuskan bahwa tentara kita akan lebih dimobilisasi dalam beberapa jam mendatang. Sebagai bagian dari Operasi Sentinel, kami akan mengirimkan 3.000 menjadi 7.000 tentara.

Di Prancis, hanya ada satu komunitas, itu komunitas nasional.

Prancis, Prancis,Apapun agamamu, beriman atau tidak, kita harus bersatu di saat-saat seperti ini. Jangan menyerah pada semangat perpecahan.

Saya menyerukan persatuan semua.

Mengutip artikel Kompas.tv, Presiden Prancis Emmanuel Macron langsung bertolak ke kota Nice setelah mendengar laporan terjadinya penyerangan terhadap gereja di Nice, Prancis.

"Sangat jelas, Prancis sedang diserang," kata Presiden Prancis Emmanuel Macron sambil berdiri di depan gereja di Nice, Kamis (29/10/2020).

tribunnews
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengunjungi gereja di kota Nice, Prancis yang diserang pada Kamis (29/10/2020). Tiga orang tewas dalam peristiwa ini. (Sumber: Associated Press)

Dia menambahkan bahwa seluruh Prancis menawarkan dukungannya kepada umat Katolik agar agama tersebut dapat dijalankan dengan bebas di Prancis.

Sehingga setiap agama dapat dipraktikkan dengan damai.

Macron mengatakan, dia segera meningkatkan jumlah tentara untuk melindungi sekolah dan situs keagamaan dari sekitar 3.000 menjadi 7.000 personil.

Sedangkan jaksa anti-terorisme Prancis memulai penyelidikan atas serangan di gereja kota Nice.

Serangan di kota Nice pada Kamis, mendorong pemerintah Prancis untuk menaikkan status siaga keamanannya ke tingkat maksimum.

Status siaga ini ditingkatkan hanya beberapa jam sebelum diberlakukannya lockdown nasional karena virus corona.

Serangan di kota Nice adalah yang ketiga kalinya di Prancis, dalam dua bulan terakhir.

Pihak berwenang mengaitkan peristiwa ini dengan ekstremis muslim.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved