Pilkada OKU

Kuryana Aziz Beberkan Cara Atasi Kemiskinan Saat Debat Pilkada OKU Melawan Kotak Kosong

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ogan Komering Ulu (OKU) menggelar debat pasangan calon Bupati Dan Wakil Bupati OKU dalam pilkada 2020, di Hotel Excelton

Penulis: Yohanes Tri Nugroho | Editor: Siemen Martin
Istimewa
Kuryana Azis dan Johan Anuar diprediksi akan kembali bersatu di pemilihan kepala daerah (Pilkada) OKU tahun 2020 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ogan Komering Ulu (OKU) menggelar debat pasangan calon Bupati Dan Wakil Bupati OKU dalam pilkada 2020, di Hotel Excelton, Rabu ((26/10/2020)

Debat kandidat pilkada OKU cukup berbeda karena hanya ada satu calon yakni Drs H. Kuryana Aziz dan Drs Johan Anuar.

Mereka akan melawan kotak kosong dalam pilkada yang digelar 9 Desember 2020 mendatang.

Pasangan Drs H. Kuryana Aziz dan Johan Anuar hadir diruang debat kompak mengenakan setelan putih hitam. Keduanya terlebih dahulu melalui metal detektor yang berada tepat di depan ruangan debat.

Ketua KPU OKU, Naning Wijaya menyebut debat publik pasangan calon merupakan satu tahapan kampanye dalam pilkada OKU.

Debat ini diharapkan dapat mensosialisasikan pelaksanaan pilkada OKU yang digelar pada 9 Desember 2020.

"Kebetulan kita hanya ada satu pasangan calon, kita harapkan kegiatan ini dapat mensosialisasikan pelaksanaan pilkada. Sehingga target partisipasi pemilih 79 persen dapat tercapai dengan baik," katanya

Dalam penyampaian visi dan misinya, calon Bupati OKU, Drs H. Kuryana Aziz mengusung jargon " bekerja Lanjutkan".

Mereka merupakan calon petahana yang didukung oleh 15 parpol dalam pilkada 2020.

Pembangunan OKU di masa yang akan datang kedua pasangan akan menghadirkan sejumlah program unggulan, memajukan ekonomi kreatif, mewujudkan masyarakat yang religius, memperkuat pembangunan infrastruktur.

Di sesi penajaman visi dan misi yang disampaikan calon Bupati dan Wakil Bupati terdapat 4 orang panelis yang menyampaikan pertanyaan.

Diantaranya, DR MH Husni Thamrin, Prof DR Alfitri, DR Yudha Mahrom dan DR Adji Alamsyah.

Pertanyaan menarik muncul dari panelis kedua, Prof DR Alfitri tentang angka kemiskinan di OKU yang mencapai dua digit yakni 12, 77 persen.

Sementara lapangan pekerjaan di OKU memang telah terjadi peningkatan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved