Berkunjung ke Rumah Limas Museum Balaputera Dewa Palembang, Punya 8 Ribu Koleksi
Hanya dengan membayar Rp 2.000 per orang sudah dapat berwisata sejarah di museum yang juga memamerkan berbagai jenis artefak pada masa Kerajaan Sriwi
Penulis: Melisa Wulandari | Editor: Vanda Rosetiati
Yang merupakan beranda atau ruang tunggu tamu.
Di beranda ini dihiasi terali besi berbentuk pucuk rebung atau tunas bambu yang berarti siklus kehidupan.
Dari tingkat 1 ke tingkatan kedua dibatasi kekinjeng (pembatas).
2. Tingkatan kedua disebut jogan
Jogan ini disebut ruang penjagaan di sisi kanan kiri ada dua kamar masing-masing 1 kamar dibatasi penyekat.
Di ruang penjagaan ini juga ada gerobok leket (lemari dinding) digunakan sebagai penghias sedangkan di dalam kamar sebagai pembatas kamar dan ruang tengah.
3. Tingkatan ketiga disebut ruang gegajah.
Ruang gegajah ini untuk tamu khusus atau tamu yang dihormati. Sisi kanan dan kiri terdapat kamar.
Dihiasi sesuluran yang merupakan motif-motif bunga pakis, bunga tanjung, bunga melati.
Bunga pakis memiliki makna filosofi sebagai kepimimpinan atau mengayomi dan melindungi.
Bunga tanjung ucapan selamat datang, bunga melati sebagai tanda kesucian.
Kemudian dibatasi oleh dinding kayu, di sisi kanan kiri terdapat kamar untuk anak berusia tanggung alias remaja.
4. Tingkat keempat disebut ruang kerja
Ditingkatan keempat ini disebut ruang kerja untuk anak-anak perempuan yanh diberi tugas menenun, belajar mengaji, menyulam dan menjahit.
5. Tingkatan kelima disebut sesimbur pengantin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/suasana-di-dekat-rumah-limas-koleksi-terbesar-di-museum-balaputera-dewa-palembang.jpg)