Politkus Partai Nasdem Sebut Rocky Gerung Bakal Hilang Jika di Zaman Soeharto : Harus Kawin Dulu

Politkus Partai Nasdem Sebut Rocky Gerung Bakal Hilang Jika di Zaman Soeharto : Harus Kawin Dulu

Editor: Slamet Teguh
Youtube channel Najwa Shihab
Rocky Gerung Kasih Skor A Minus untuk Pemerintahan Jokowi-Maruf, Najwa Shihab Kaget Tahu Artinya 

TRIBUNSUMSEL.COM - Rocky Gerung memang menjadi salah satu orang yang selalu mengkritik pemerintahan Joko Widodo.

Kritikan berupa satire yang kerap dilayangkan Rocky Gerung kepada Jokowi ditanggapi sinis oleh Irma Suryani

Politkus Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Irma Suryani Chaniago mengatakan Rocky Gerung sudah hilang bila di zaman Soeharto.

Kritik Rocky Gerung pada Jokowi dianggap sebagai caci maki dan keterlaluan.

"Cara pandang kita itu melihat kecendrungan sekarang terjadi anarkisme demokrasi, dimana semua ingin menangnya sendiri. Rocky ingin merasa apa yang ia katakan demokratis, semua berhak ngomong demokrasi.

Ada keseimbangan kebebasan yang bertanggungjawab, ini soal bangsa , kita ini mau bikin bangsa seperi apa, dia (Rocky Gerung) berpikir soal demokrasi kita hargai, bangsa ini mau jadi apa dia gak terlalu peduli," kata Aria Bima dikutip TribunnewsBogor.com dari akun Twitter Trans 7 dalam tayangan Mata Najwa.

Menurut Rocky Gerung, cacimaki juga kericuhan yang terjadi saat ini karena Jokowi tidak memperbolehkan adanya oposisi.

"Seandainya partai opisis maka seluruh caci maki difilter partai disampaikan sebagai pikiran politik, jadi kekacauan terjadi karena presiden bilang gak perlu ada oposisi karena itu dia berhadapan langsung dengan suara toa lemparan cacimaki, saya mengucapkan itu juga karena gak ada fasilitas untuk menitipkan pikiran saya," kata Rocky Gerung.

Irma Suryani Chaniago mengatakan selama ini Rocky Gerung selalu merasa ingin dianggap pintar dan paling benar.

"Kalau mau tau rasanya kawin ya harus kawin dulu baru bisa tau, Rocky selalu berpersepsi seolah dia paling pinter paling benar, kalau di zaman Soeharto orang seperti Rocky sudah hilang, udah gak ada itu sudah di-Marsinahkan orang dua ini, " kata Irma Suryani Chaniago.

Namun menurut Irma Suryani Chaniago saat ini Jokowi justru santai menghadapi kritik.

"Di era Jokowi Rocky mencaci Jokowi tenang aja, Fery ngomong seenak udelnya Jokowi santai aja, karena demokrasi kita ini sudah kebablasan, orang sudah merasa paling peniter, bener, dan bersih, coba berkaca pada diri sendiri dulu," kata Irma Suryani Chaniago.

tribunnews
Pengamat Politik Rocky Gerung menyebut kalau KPK dan KPU sebaiknya dimakamkan bersamaan. (Youtube/Rocky Gerung Official)

Irma Suryani Chaniago juga menekankan untuk tidak menilai Jokowi respresif.

"Jangan pernah mengatakan Jokokw respresif, demo berjilid-jilid emang dilarang ? gak, difasilitasi kok, tapi kalau ujaran kebencian, provokasi, kalau saya Presiden udah saya tangkap nih Rocky Gerung," kata Irma Suryani Chaniago.

Rocky Gerung lalu menjawab dengan menyindir Jokowi.

"Saya kasih pujian ke Jokowi sekarang, Jokowi berhasil memborgol teroris namanya Syahgan dan Naenggolan, koruprot Jumhur Hidayat, memborgol penggelap pajak Anton Permana, tapi bohong, semua pekerja demokrasi itu, jadi mana mungkin borgol itu menjadi dari demokrasi itu," kata Rocky Gerung.

Belum selesai bicara, ucapan Rocky Gerung sudah langsung dipotong Aria Bima dan Irma Suryani Chaniago.

"Cara berpikirnya Rocky tuh begini, narasi kritis tapi membalik logika, dia gak ngerti apa itu kritis apa itu kriminal," kata Aria Bima.

"Karena yang ngomongnya kotor dan bau," timpal Irma Suryani Chaniago.

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Rocky Gerung Disebut Sering Caci Jokowi, Irma Chaniago : Kalau di Zaman Soeharto, Dia Sudah Hilang, https://bogor.tribunnews.com/2020/10/22/rocky-gerung-disebut-sering-caci-jokowi-irma-chaniago-kalau-di-zaman-soeharto-dia-sudah-hilang?page=all.

Sumber: Tribun Bogor
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved