Mengkhianati Rakyat, Gatot Nurmantyo Pastikan Keluar Dari KAMI Andai Berubah Menjadi Partai Politik
Mengkhianati Rakyat, Gatot Nurmantyo Pastikan Keluar Dari KAMI Andai Berubah Menjadi Partai Politik
TRIBUNSUMSEL.COM - KAMI merupakan sebuah organisasi yang memiliki sejumlah tokoh pentin dalam organisasinya.
Namun, sejumlah tokohnya disebut bakal hengkang andai KAMI bakal berubah menjadi partai politik,
Mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo mengaku akan keluar dari Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) jika menjadi partai politik.
Gatot menerangkan KAMI dibentuk dengan tujuan gerakan moral masyarakat Indonesia.
Terutama untuk terwujudnya keadilan masyarakat Indonesia.
"Saya ulangi bahwa KAMI ini adalah kumpulan orang-orang yang berdasarkan moral. Jadi kalau politik itu berjuang untuk berkuasa, kalau KAMI berjuang untuk sebuah nilai," ujar Gatot dalam wawancara bersama Karni Ilyas, Jumat (16/10/2020).
KAMI tidak akan menjadi partai politik. Sebab, ucap Gatot, akan mengkhianati masyarakat yang tergabung dalam KAMI.
"Kalau ini menjadi partai maka saya tegaskan di sini bahwa orang-orang KAMI, deklarator KAMI, presidium KAMI adalah mengkhianati kepercayaan rakyat," tuturnya.
Gatot memastikan Presidium KAMI, yakni dirinya dan Din Syamsuddin, akan keluar dari KAMI jika menjadi partai politik.
"Saya ulangi, kalau KAMI ini berubah menjadi partai, catat semua masyarakat, bahwa deklarator apalagi presidium KAMI adalah mengkhianati kepercayaan rakyat yang bergabung dengan KAMI," tutur Gatot.
"Dan yang pertama kali akan ke luar, saya akan keluar, Prof Din akan keluar, pasti itu. Karena tujuan KAMI bukan itu, hanya nilai-nilai saja," sambungnya.
Siap Maju Jadi Capres
Pemilihan presiden Indonesia masih akan berlangsung pada tahun 2024 mendatang.
Namun, sejumlah orang sudah mendeklarasikan diri maju menjadi calon presiden.
Mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo mengatakan sah-sah saja jika dirinya berkeinginan untuk maju sebagai calon presiden 2024.