Calon Bupati OI Didiskualifikasi

Calon Bupati Ogan Ilir Didiskualifikasi, Ridho : Bukan Tipikal Keluarga Yahya Menzolimi

Itu bukan tipikal keluarga besar kami, bahkan kami yang dizolimi sejak awal kami tidak balas. Namun Allah SWT Maha Tahu

Penulis: Edison | Editor: Vanda Rosetiati
Tribun Sumsel/ Net
Mawardi Yahya dan Ridho Yahya 

 TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Banyaknya tanggapan dan pernyataan berbagai pihak terkait diskaulifikasi calon Bupati Ogan Ilir merupakan serangan balik dari kubu Mawardi, ditanggapi serius oleh Ir H Ridho Yahya MM yang merupakan adik kandung H Mawardi Yahya

Pria yang menjabat Walikota Prabumulih ini menegaskan melakukan serangan balik alias dendam bukan tipikal keluarga besar H Yahya (ayahnya-red).

"Itu bukan tipikal keluarga besar kami, bahkan kami yang dizolimi sejak awal kami tidak balas. Namun Allah SWT Maha Tahu yang membalas orang yang menzolimi keluarga kami," tegas Ridho kepada Tribunsumsel.com, Rabu (14/10/2020).

Ridho mengungkapkan, sejak kecil dirinya bersama saudara-saudara selalu diajarkan orang tua lebih baik dizolimi dari pada menzolimi orang lain dan itu selalu menjadi pedoman.

"Zolim menzolimi itu bukan tipikal keluarga kami, kami dizolimi tapi alhamdulillah jadi walikota, beliau (H Mawardi Yahya-red) dizolimi alhamdulilah jadi Wakil Gubernur. Jadi biarlah kami dizolimi, kami tidak akan balas, tapi kami yakin masih ada tuhan dan biarlah Allah SWT yang membalas," ungkapnya.

Lebih lanjut walikota Prabumulih dua periode ini menuturkan hal itu perlu diklarifikasi lantaran keluarganya tidak melakukan seperti yang dianggap orang banyak. "Sudah jadi makanan kami setiap hari dizolimi tapi kami tidak akan balas itu," tambahnya.

Seperti diketahui, calon Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji dan calon wakil bupati Endang PU didiskaulifikasi KPU Ogan Ilir sebagai peserta Pilkada 2020.

Diskualifikasi disampaikan KPU Ogan Ilir itu menindaklanjuti rekomendasi dari Bawaslu Ogan Ilir.

Adapun beberapa dugaan kesalahan dilakukan calon petahana itu diantaranya memberikan bantuan beras ke masyarakat dengan gambar dirinya, memperkenalkan calon wakil untuk pilkada Ogan Ilir saat menjabat, melakukan pergantian pejabat diduga untuk kepentingan pilkada.

Padahal menurut Ketua KPU Sumsel, Kelly Mardiana mengatakan sesuai aturan jika setiap calon kepala daerah khususnya petahana dilarang menguntungkan dirinya dengan jabatan disandang selama kurun waktu 6 bulan sebelum penetapan sebagai peserta pilkada pada 23 september lalu.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved