Kisah Tragis Junko Furuta yang Diculik Antek Yakuza, Dipaksa Makan Kecoak,Dirudapaksa hingga Dibunuh

Seorang gadis bernama Junko Furuta menjadi salah satu korban pembunuhan paling keji yang pernah dilakukan di Jepang.Pada 25 November 1988, Furuta d

Editor: Moch Krisna
kolase youtube via allthatsinteresting, wikimedia commons
Junko Furuta, siswi SMA korban penculikan, penyiksaan, pemerkosaan, dan pembunuhan 

 TRIBUNSUMSEL.COM -- Seorang gadis bernama Junko Furuta menjadi salah satu korban pembunuhan paling keji yang pernah dilakukan di Jepang.

Pada 25 November 1988, Furuta diculik oleh empat pria saat dia berjalan pulang dari sekolah.

Untuk alasan yang tidak diketahui, Furuta disekap selama 44 hari, diperkosa dan disiksa.

Dia mengalami siksaan yang paling sadis sebelum dibunuh.

Para penculiknya menyulut rokok ke tubuhnya, memukulinya dengan tongkat dan memaksanya minum air kencingnya sendiri.

Furuta dipaksa makan kecoak dan hanya minum urin selama disekap.

Saat disekap selama 44 hari, Furuta diperkosa beberapa kali setiap hari oleh para penculiknya.

Dua minggu setelah dia diculik, Furuta sebenarnya berhasil mendapat telepon untuk menghubungi polisi.

Namun, sungguh malang nasibnya, Furuta tertangkap sebelum sempat menelepon polisi.

Sebenarnya, salah satu orangtua penculik menyadari Furuta diculik dan bahkan Furuta juga bukan salah satu pacar dari penculik.

Furuta meminta pertolongan mereka, tetapi mereka menolak karena takut pada para penculik yang memiliki koneksi dengan Yakuza.

Pada tanggal 4 Januari 1989, Furuta terbunuh setelah dia menang permainan Mah-Jong melawan para penculik itu.

Para penculik itu kemudian meletakkan mayat Furuta dalam drum dan menuangkan beton ke dalamnya.

Setelah itu, mereka mengubur drum tersebut di kawasan industri dan mayatnya tidak ditemukan selama satu tahun.

Para penculik Furuta
YouTube
Para penculik Furuta

Ada total empat penculik yang menangkap Furuta ketika dia pulang dari SMA Yasio-Minami, dan para penculik itu memiliki hubungan dengan Yakuza.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved