FORMAPHSI Kirim Surat ke Jokowi Minta Rute Jalan Tambang Batubara Keluar dari Hutan Alam
Dalam surat itu, FORMAPHSI memohon kepada presiden untuk mengalihkan jalan tambang batubara keluar dari hutan alam
Penulis: Yohanes Tri Nugroho | Editor: Wawan Perdana
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Forum Masyarakat Penyelamat Hutan Alam Sumatera Selatan-Jambi (FORMAPHSI), meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengalihkan rencana rute pembangunan jalan angkut tambang batubara melintasi hutan alam dataran rendah tersisa di perbatasan Sumatera Selatan-Jambi.
Permintaan itu disampaikan melalui surat bertanggal 2 Oktober 2020.
Dalam surat itu, FORMAPHSI memohon kepada presiden untuk mengalihkan jalan tambang batubara keluar dari hutan alam.
Sebab masih ada beberapa alternatif rute jalan yang bisa dimanfaatkan.
“Kami khawatir, jika hutan alam dataran rendah tersisa dilintasi jalan angkut tambang batubara, hal itu akan memicu terjadi perambahan, pembalakan bahkan kebakaran hutan yang dalam beberapa tahun terakhir cukup tinggi intensitasnya,” beber Adiosyafri, mewakili FORMAPHSI Sumatera Selatan dalam rilisnya, Jumat (9/10/2020).
FORMAPHSI merupakan forum beranggotakan masyarakat adat, masyarakat sipil, mahasiswa, kalangan akademisi, baik yang berkedudukan di Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Jambi maupun dari provinsi lain, dengan jumlah anggota mencapai 250 orang.
Mereka bergabung dengan FORMPAHSI karena menaruh kepedulian sekaligus keprihatinan terhadap nasib hutan alam dataran rendah di Sumatera yang tersisa tinggal 350 ribu hektare, dan sekitar 100 ribu hektare berada di perbatasan Sumsel-Jambi.
Menurut Adiosyafri, sebelum ke presiden FORMAPHSI sudah menyampaikan keberatan pembangunan jalan tambah itu ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), baik secara langsung kepada Menteri Siti Nurbaya maupun melalui Dirtjen terkait.
“Bukan keberatan FORMAPHSI yang didengarkan. Menteri Siti Nurbaya malah menerbitkan IPPKH untuk membangun jalan tambang,” terang Adios sembari menabahkan IPPKH yang diterbitkan Menteri LHK berdasarkan SK.816/Menlhk/ Setjen/PLA.0/ 10/2019.
Rencananya, jalan batubara yang akan dibangun itu akan melintasi Hutan Harapan sepanjang 39 km.
Sebetulnya ada beberapa rute alternatif jalan yang bisa digunakan untuk mengangkut batubara tanpa harus melintasi hutan alam dataran rendah.
Bahkan beberapa rute alternatif jalan itu sudah dimanfaatkan sebelumnya.
Adios berharap, Presiden Joko Widodo memperhatikan aspirasi masyarakat dari berbagai kalangan, yang khawatir dengan nasib hutan alam dataran rendah Sumatera yang makin tergerus.
“Jika tidak sekarang diselamatkan, tidak sampai menunggu 5 tahun, hutan alam dataran rendah Sumatera akan tinggal nama, karena jalan yang dibangun akan membuka akses sebesar-besarnya kepada berbagai pihak untuk kepentingan perambahan,” tegas Adios mewakili harapan FORMAPHSI kepada Presiden Joko Widodo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/usulan-alternatif-jalan-tambang-batubara.jpg)