Breaking News:

Kenali Tanda-tanda Sakit Ginjal, Banyak Tahu Sudah Berisiko Berat karena 70 Persen Tidak Bergejala

Tingkat kesadaran masyarakat untuk memeriksakan ginjal melalui medical chek up memang masih sangat rendah

shutterstock
ilustrasi ginjal bermasalah 

TRIBUNSUMSEL.COM.PALEMBANG- Tingkat kesadaran masyarakat untuk memeriksakan ginjal melalui medical chek up memang masih sangat rendah.

Hal itu terlihat banyaknya pasien yang mengalami sakit ginjal datang dengan keluhan sudah masuk stadium lanjutan.

Dokter spesialis penyakit dalam RSMH Palembang, DR dr H Zulkhair Ali, SpPD, K-GH, FINASIM mengatakan, dibandingkan pemeriksaan jantung, pemeriksaan untuk ginjal ini memang masih sedikit sekali.

"Ini memang kesadaran masyarakat masih rendah, kalau jantung memang sudah besar sekarang apalagi mereka ada yayasan jantung. Ginjal pun ada namun tidak seaktif jantung karena kalau ginjal perlu pemeriksaan laboratorium," beber dia, Selasa (6/10/2020).

Ia mengatakan rata-rata pasien yang datang kepada dirinya sudah mengalami sakit ginjal dengan risiko yang cukup berat.

"Banyak yang sudah stadium lima. Memang kesadaran masyarakat kita ini masib rendah hanya sekitar 20 hingga 30 persen," ujarnya.

Ketua IDI Palembang ini juga mengatakan, untuk gejala atau ciri-ciri sakit ginjal ini memang sulit sekali dilihat.

Bahkan hampir 70 persen ini tidak bergejala.

dr Zulkhair menjelaskan gejala orang menderita sakit ginjal yakni lesu, lelah, gatal-gatal pada kulit, mual, muntah, sesak nafas dan juga kejang.

"Namun tak semua orang mengalami ini, karena itu banyak yang sudah datang dengan keadaan yang sudah parah," beber dia.

Karena itu, ada juga upaya untuk mencegah agar terhindar dari penyakit ginjal yakni tetap fit dan aktif, kendalikan gula darah, monitor tekanan darah, makan-makanan yang bergizi, jangan merokok, jangan minum obat-obatan tanpa pengawasan dokter, dan periksakan fungsi hati secara rutin minimal setahun sekali.

"Penyebab ginjal rusak ini ada beberapa hal yakni karena diabetes melitus, radang ginjal, hipertensi, batu ginjal, dan infeksi," beber dia.

Karena itu, pada pasien gagal ginjal ini harus rutin cuci darah agar fungsi ginjal sebagai menyaring cairan dan sisa metabolisme dalam tubuh dapat berfungsi dengan baik.

"Penyakit ini tak mengenal usia bahkan pasien saya pun ada yang berusia 10 tahun sudah harus cuci darah," ungkapnya.

Penulis: Sri Hidayatun
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved