Corona di Lubuklinggau
Kasus Corona Meningkat, Anggota DPRD Ini Nilai Pemkot Lubuklingau Lalai Beri Kelonggaran Hajatan
Semakim meningkatnya kasus konfirmasi positif Virus Corona ini membuat DPRD Kota Lubuklinggau menyoroti kinerja Pemkot
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Wawan Perdana
TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU-Saat ini angka konfirmasi positif Covid-19 di Kota Lubuklinggau kembali bertambah lima kasus baru.
Total hingga kini ada 606 kasus positif, 12 orang diantaranya dinyatakan meninggal dunia.
Semakim meningkatnya kasus konfirmasi positif Virus Corona ini membuat DPRD Kota Lubuklinggau menyoroti kinerja Pemkot.
Anggota DPRD Kota Lubuklinggau, Wansari menilai Pemkot Lubuklinggau lalai karena telah memberikan kelonggaran di masyarakat beberapa waktu lalu.
Wansari mengungkapkan pemerintah melalui dinas terkait maupun tim gugus tugas yang menangani corona agar selalu bersinergi.
"Kita prihatin dan sedih bahwasanya jumlah pasien Covid-19 di Lubuklinggau terus bertambah, dalam hal pencegahan dan memutus mata rantai Covid-19 ini harus ada kerjasama antara masyarakat dan pemerintah," ungkapnya pada wartawan, Rabu (30/9).
Ia pun meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau harus lebih optimal dan lebih serius dalam penanganan Covid-19 ini.
Sebab saat ini kasus semakin meningkat dan sudah banyak klaster.
"Saya minta kepada kita semua untuk tetap mematuhi protokol kesehatan 3M supaya kasus ini bisa segera turun dan membuat Kota Lubuklinggau kembali hijau kembali," ungkapnya.
Ia pun menyayangkan, sikap masyarakat bahkan pejabat di Kota Lubuklinggau tetap menggelar acara hajatan pernikahan keluarga atau anaknya di tengah meningkatnya kasus konfirmasi positif di kota ini.
"Ini memang jadi dilema, ketika di Lubuklinggau kemarin terjadi pelonggaran, banyak masyarakat yang merencanakan dan mempersiapkan acara-acara yang tertunda dan surat izin dari pihak keamanan dan ini oleh pemkot Lubuklinggau malah diberi kelonggaran," ujarnya.
Untuk itu, kedepannya semua elemen masyarakat termasuk para pejabat di Kota Lubuklinggau harus lebih peka dan peduli lagi di masa pandemi ini.
Semua harus bahu membahu, sama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini.
"Selanjutnya untuk masyarakat juga harus sadar bahwa Covid-19 memang ada, bukan suatu permainan dan yang dibuat -buat oleh pemerintah," ungkapnya.