Beredar Video Maling Dihajar Karyawan Minimarket: Kami Harus Tanggung Rugi Rp 2 Juta per Bulan
Tidak bisa tidak emosi. Kami ini sering kehilangan barang karena dicuri pelaku ini. Kami harus menanggung kerugian sampai Rp 2 juta per bulan
Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Aksi pencurian di sebuah minimarket di Seberang Ulu (SU) I berhasil digagalkan karyawannya.
Informasi yang dihimpun, pencurian ini terjadi di sebuah minimarket di Kelurahan 1 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I pada Selasa (29/9/2020) siang pukul 13.30.
Pelaku satu orang memakai tas masuk ke dalam minimarket dan mengambil dua buah kotak gula kemasan.
"Saat pelaku masuk, kami sudah curiga melihat gerak-geriknya," kata Sadikin, salah seorang pegawai minimarket kepada TribunSumsel.com.
Kecurigaan makin mencuat saat pelaku mengambil gula kemasan di salah satu rak minimarket dan memasukkannya ke dalam tas.
"Tanpa membayar ke kasir, pelaku langsung keluar begitu saja," ujar Sadikin.
Ia pun lalu mengejar pelaku yang berlari menyeberang jalan hingga ke dalam Lorong Jeruk di Kelurahan Tuan Kentang, Jakabaring.
Sambil mengejar pelaku, Sadikin berteriak maling hingga pelaku berhasil ditangkap warga di ujung lorong.
Sadikin mengaku emosi dan beberapa kali menghujamkan pukulan ke tubuh pelaku.
"Tidak bisa tidak emosi. Kami ini sering kehilangan barang karena dicuri pelaku ini. Kami harus menanggung kerugian sampai Rp 2 Juta per bulan," ungkap Sadikin.
Video saat penangkapan pelaku pencurian di minimarket ini beredar di media sosial.
Masih menurut Sadikin, tak ada satu pun warga di TKP yang bersedia membantu menyerahkan pelaku ke polisi.
"Saya tidak mungkin sendirian membawa pelaku ini ke kantor polisi. Kabarnya pelaku ini orang sana (Lorong Jeruk), jadi tidak ada yang berani menangkap dia," kata Sadikin.
Sementara saat polisi datang ke TKP, hanya tas pelaku yang diamankan.
Sementara pelaku yang sudah diketahui identitasnya itu masih dalam pengejaran petugas.
"Masih dikejar," kata Kasatreskrim Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono saat dihubungi melalui telepon.