Cuaca Pagi Hari Terasa Panas Terik, Sumsel Waspada Bencana Puting Beliung
Cuaca Pagi Hari Terasa Panas Terik, Sumsel Waspada Bencana Puting Beliung
Penulis: Shinta Dwi Anggraini |
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sumatera Selatan sedang memasuki masa pancaroba atau musim peralihan dari kemarau ke musim hujan.
Untuk itu masyarakat diimbau lebih meningkatkan kewaspadaan dengan adanya bencana hidrometeorologi yang bisa saja terjadi di masa pancaroba seperti sekarang ini.
Kepala Unit Analisa Dan Prakiraan Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Sinta Andayani menjelaskan, bencana hidrometeorologi itu seperti hujan lebat disertai petir, angin kencang atau puting beliung dan hujan es.
"Karena hampir seluruh wilayah di Sumatera Selatan berpotensi terjadi bencana tersebut," ujar Sinta melalui rilis yang diterima Tribunsumsel.com, Kamis (24/9/2020).
Terkait puting beliung, Sinta menjelaskan, hal tersebut adalah fenomena angin kencang yang bentuknya berputar menyerupai belalai, keluar dari awan Cumulonimbus (CB) dan terjadi di daratan.
Kecepatan anginnya bisa lebih dari 65 km/jam.
Namun tidak semua awan CB dapat menimbulkan fenomena puting beliung.
"Ada kondisi tertentu seperti ketika kondisi labilitas atmosfer yang melebihi ambang batas tertentu yang mengindikasikan udara sangat tidak stabil," jelasnya.
Adapun tanda tanda akan terjadinya puting beliung yang perlu diwaspadai masyarakat, antara lain, pertama, satu hari sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah.
Kedua, udara mulai pagi hari sudah terasa panas serta cukup terik dan gerah.
Ketiga, umumnya mulai pukul 10.00 pagi terlihat tumbuh awan Cumulus (awan putih berlapis-lapis).
Diantara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol.
Keempat, tahap berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu-abu atau hitam yang dikenal dengan awan Cumulonimbus (CB).
Kelima, pepohonan di sekitar tempat kita berdiri, ada dahan atau ranting yang mulai bergoyang cepat karena hembusan angin.
Keenam, terasa ada sentuhan udara dingin di sekitar tempat kita berdiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/angin-puting-beliung-di-muratara1212.jpg)