Breaking News:

Masker Scuba Dilarang, IDI Palembang : Banyak Dipakai Pejabat

Masker jenis scuba dilarang penggunaannya oleh pemerintah karena dinilai tidak efektif melindungi dari infeksi Covid-19

YouTube Tribun Sumsel
Live Talk bertema "Masker Scuba Dilarang Pedagang Meradang", Selasa (22/9/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Masker jenis scuba dilarang penggunaannya oleh pemerintah karena dinilai tidak efektif melindungi dari infeksi Covid-19.

Bahkan PT Kereta Api Commuter Line atau KCI telah resmi melarang penumpang untuk menggunakan masker scuba dan buff selama berada di KRL.

Masker dengan desain sederhana dan motif yang beragam ini mudah ditemui dan bahkan dijual di berbagai tempat.

Harganya pun jauh lebih murah dibanding masker lainnya.

Bahan tipis dan ukuran pori-pori masker scuba besar serta elastis memungkinkan tumpukan droplet bisa cepat masuk melalui hidung dan mulut.

"Anehnya, masker scuba paling banyak dipakai pejabat karena dinilai nyaman. Padahal, dari sisi medis efektivitasnya rendah dalam melindungi dari virus," ujar Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Palembang, dr Zulkhair, pada Live Talk bertema "Masker Scuba Dilarang Pedagang Meradang", Selasa (22/9/2020).

Dia mengatakan, adanya perubahan regulasi penggunaan masker yang dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merupakan sesuatu yang lumrah karena sebagian pengetahuan baru namun di satu sisi membuat masyarakat menjadi bingung

"Tapi, masyarakat masih sangat berat di tempat terbuka masih enggan pakai masker," ujarnya.

Menurut dia, meminta masyarakat untuk menggunakan masker memang tak bisa serta merta dalam waktu sekejap.

"Memang sulit tapi tidak ada cara lain. Masker seperti helm, awalnya tidak banyak ingin memakai. Saat ini baru disadari. Kita tidak akan bosan untuk terus sampaikan pentingnya masker saat ini," jelas dia.

Halaman
12
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved