Masker Scuba Dilarang, IDI Palembang : Banyak Dipakai Pejabat
Masker jenis scuba dilarang penggunaannya oleh pemerintah karena dinilai tidak efektif melindungi dari infeksi Covid-19
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Masker jenis scuba dilarang penggunaannya oleh pemerintah karena dinilai tidak efektif melindungi dari infeksi Covid-19.
Bahkan PT Kereta Api Commuter Line atau KCI telah resmi melarang penumpang untuk menggunakan masker scuba dan buff selama berada di KRL.
Masker dengan desain sederhana dan motif yang beragam ini mudah ditemui dan bahkan dijual di berbagai tempat.
Harganya pun jauh lebih murah dibanding masker lainnya.
Bahan tipis dan ukuran pori-pori masker scuba besar serta elastis memungkinkan tumpukan droplet bisa cepat masuk melalui hidung dan mulut.
"Anehnya, masker scuba paling banyak dipakai pejabat karena dinilai nyaman. Padahal, dari sisi medis efektivitasnya rendah dalam melindungi dari virus," ujar Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Palembang, dr Zulkhair, pada Live Talk bertema "Masker Scuba Dilarang Pedagang Meradang", Selasa (22/9/2020).
Dia mengatakan, adanya perubahan regulasi penggunaan masker yang dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merupakan sesuatu yang lumrah karena sebagian pengetahuan baru namun di satu sisi membuat masyarakat menjadi bingung
"Tapi, masyarakat masih sangat berat di tempat terbuka masih enggan pakai masker," ujarnya.
Menurut dia, meminta masyarakat untuk menggunakan masker memang tak bisa serta merta dalam waktu sekejap.
"Memang sulit tapi tidak ada cara lain. Masker seperti helm, awalnya tidak banyak ingin memakai. Saat ini baru disadari. Kita tidak akan bosan untuk terus sampaikan pentingnya masker saat ini," jelas dia.
Wakil Ketua Tim Penyakit Infeksi Emerging (PIE) RSMH Palembang, dr Harun Hudari, menyebutkan, banyak yang sudah gunakan masker medis atau masker kain tiga lapis tapi masih tertular.
Kontak erat dalam waktu 15 menit saja dengan orang positif tanpa masker meningkatkan potensi penularan.
"Orang yang sudah gunakan masker standar tertular karena bisa saja tidak gunakan saat makan, bertemu teman. Mereka melepas masker karena menganggap aman," jelas dia.
Dia menerangkan, masker yang paling efektif dalam melindungi dari paparan virus korona yakni masker N95 karena digunakan oleh petugas medis saat menangani pasien Covid-19 dan di laboratorium.
Kemudian, masker medis (bedah) yang memiliki perlindungan sebesar 70-90 persen dari percikan droplet. Terakhir, masker kain lapis tiga yang efektivitas perlindungannya 50-70 persen.
"Masker scuba efektivitasnya hanya 5 persen, 95 persen masuk saluran napas kita. Bayangkan kalau ada droplet dan masuk betapa kewalahannya melawan virus menginfeksi. Ini berbanding terbalik dengan masker N95," ujar Harun. (SP/ Jati Purwanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/svf-masker-scuba.jpg)