Breaking News:

Wisata dan Kuliner

Hanya Satu Pengusaha Miliki Izin Edar Pempek Beku, ASPPEK Minta Kemudahan

Asosiasi Pengusaha Pempek (ASPPEK) Palembang mencatatkan penjualan pempek mengalami penurunan sebesar 70 persen selama masa pandemi Covid-19

Editor: Wawan Perdana
Sripo/ Jati Purwanti
Kegiatan Sosialisasi dan Pedoman Sertifikasi Industri Pangan Olahan bagi ASPPEK Kota Palembang di Auditorium Bina Praja, Selasa (22/9/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Asosiasi Pengusaha Pempek (ASPPEK) Palembang mencatatkan penjualan pempek mengalami penurunan sebesar 70 persen selama masa pandemi Covid-19.

Pengusaha pempek pun memutar otak agar tetap dapat bertahan (survive) dengan mengemas pempek dalam keadaan beku atau yang lebih dikenal sebagai frozen food.

Namun sayangnya banyak pengusaha pempek yang belum memiliki izin edar resmi atau izin edar BPOM MD untuk memasarkan produk pempek yang sebelumnya mengalami proses dengan teknologi vakum.

Izin Edar BPOM MD merupakan perizinan berupa izin edar untuk produk pangan yang diproduksi oleh industri dalam negeri dalam skala lebih besar dari rumah tangga, atau industri yang menghasilkan produk pangan wajib izin edar tersebut.

Izin ini dikeluarkan BPOM RI, khususnya bagi setiap usaha yang menghasilkan produk pangan dengan bahan dasar susu, menggunakan bahan tambahan pangan seperti pengawet, penguar rasa dan pewarna, atau produk yang diklaim sebagai penunjang Makanan Pendamping ASI (MPASI).

Ketua Asosiasi Pengusaha Pempek (ASPPEK) Palembang, Yeni Anggraini, mengatakan, dari 145 pengusaha pempek yang menjadi anggota asosiasi baru satu saja yang mendapat izin untuk menjual produk pempek beku.

"Ini karena masih banyak juga pengusaha yang belum memahami mengenai alur perizinan untuk memproduksi pempek (frozen food) tersebut," kata Yeni usai kegiatan Sosialisasi dan Pedoman Sertifikasi Industri Pangan Olahan bagi ASPPEK Kota Palembang di Auditorium Bina Praja, Selasa (22/9/2020).

Yeni menyebutkan, pengurusan izin produk makanan beku ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bertujuan untuk memenuhi standar nasional.

Selain itu, pengusaha pempek pun harus memenuhi 10 perizinan yang dikeluarkan oleh berbagai lembaga mulai dari sertifikat Halal MUI dan perizinan lainnya. Kondisi tersebut tentunya sangat memberatkan pengusaha pempek.

Kegiatan Sosialisasi dan Pedoman Sertifikasi Industri Pangan Olahan bagi ASPPEK Kota Palembang di Auditorium Bina Praja, Selasa (22/9/2020).
Kegiatan Sosialisasi dan Pedoman Sertifikasi Industri Pangan Olahan bagi ASPPEK Kota Palembang di Auditorium Bina Praja, Selasa (22/9/2020). (Sripo/ Jati Purwanti)

"Perizinannya banyak dan prosesnya cukup panjang agar bisa berstandar nasional," katanya.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved