Pertamina Diminta Bayar Rp 500 Miliar Oleh Perum Peruri, Ahok Geram, Dahlan Iskan : Tidak Memaksa
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengaku geram dengan Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia atau P
Bahkan, pemilihan komisaris sejumlah BUMN dinilai Ahok ditetapkan berdasarkan titipan sejumlah kementerian.

Tak hanya itu, Ahok pun menilai masih terjadi manipulasi gaji dalam tubuh Pertamina.
Ia mencontohkan, seseorang yang menempati jabatan direktur utama anak perusahaan menerima gaji Rp 100 juta.
Ketika dicopot dari posisi tersebut dan menempati posisi baru, gaji yang diberikan tetap dengan besaran yang sama.
"Masa dicopot gajinya masih sama, alasannya dia udah orang lama.
Harusnya kan gaji mengikuti jabatan anda. Jadi mereka bikin gaji pokoknya gede-gede," ujar Ahok.
Secara umum, Ahok bahkan berpendapat Kementerian BUMN sebaiknya dibubarkan.
Ia menjelaskan posisinya sebagai komisaris bukan sebagai pengawas melainkan eksekutor.
Ahok menjelaskan semua keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang menentukan Key Performance Indicators (KPI) yakni penilaian kinerja dewan komisaris dan direksi dilakukan di kementerian BUMN.
"Harusnya Kementerian BUMN dibubarkan. Kita harus sudah ada semacam Indonesia Incorporation seperti Temasek," jelas Ahok.
elain Ahok, berikut ini profil para komisaris Pertamina seperti dikutip dari laman resmi Pertamina.
1. Ego Syahrial (Kementerian ESDM)
Ego Syahrial merupakan pejabat eselon di Kementerian ESDM. Saat ini Ego menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM.
Sebelumnya, lulusan Teknik Perminyakan Universitas Trisakti ini pernah diplot sebagai Kepala Badan Geologi, lalu Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama ESDM. Jabatan eselon I lainnya yang pernah didudukinya di kementerian urusan energi tersebut yakni Direktur Jenderal Minyak dan Gas.
2. Budi Gunadi Sadikin (Kementerian BUMN)