Breaking News:

CSR PTBA Latih 11 Ibu Rumah Tangga Membuat Pupuk Kompos dari Sampah

Sebanyak 11 IRT tergabung dalam kelompok Sentra Industri Bukit Asam (SIBA) Rosella binaan CSR PTBA mengikuti pelatihan pembuatan pupuk kompos.

HUMAS PTBA
BUAT KOMPOS - Untuk mendorong pemanfaatan sampah menjadi pupuk organik jenis kompos, Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bukit Asam Tbk memberikan pelatihan kepada SIBA Rosella di Siba Center Desa Lingga, Kecamatan Lawang Kidul, Rabu (16/9/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARA ENIM - PT Bukit Asam Tbk melalui program CSR memberi pelatihan kepada SIBA Rosella di Siba Center Desa Lingga, Kecamatan Lawang Kidul, Rabu (16/9/2020). Acara ini untuk mendorong pemanfaatan sampah menjadi pupuk organik jenis kompos.

Sebanyak 11 orang ibu rumah tangga tergabung dalam kelompok Sentra Industri Bukit Asam (SIBA) Rosella binaan CSR PTBA mengikuti pelatihan pembuatan pupuk kompos. 

"Kegiatan ini merupakan respon atas belum termanfaatkannya sampah terutama di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Langkah yang dilakukan CSR bersama SIBA Rosella adalah guna menyikapi kebutuhan penggunaan pupuk kompos untuk penanaman segala jenis tanaman khususnya Rosellam," kata Manajer Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan CSR PTBA, Titin Dwi Oktariani, melalui Asisten Manajer Evaluasi dan Pelaporan, Intan Zainal Bauw

"Pembibitan Rosella sangat banyak membutuhkan pupuk kompos. Pupuk kompos ini menjadi jalan keluar dalam mengatasi persoalan sampah yang senantiasa menjadi permasalahan krusial bagi masyarakat saat ini, apalagi 60 persen sampah di TPA adalah sampah organik," ujar Intan lebih lanjut.

Dikatakan Intan, melalui pelatihan ini diharapkan masyarakat dapat mengolah sampah yang terdapat di lingkungan rumah tinggal masing - masing.

Selain itu peserta pelatihan dari SIBA Rosella ini akan lebih mengetahui manfaat dari sampah dan lebih bijak dalam mengolah sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga, sehingga sampah yang dihasilkan tidak terbuang di TPA.

"Hasil dari pupuk kompos ini tentunya dapat digunakan sendiri atau dijual, serta dapat meningkatkan nilai tambah bagi perekonomi masyarakat," jelas Intan.

Intan mengatakan, pelatihan pembuatan kompos yang bertemakan "Ngompos Santuy" atau kompos santai dan gampang ini menghadirkan narasumber dan instruktur pelatihan, Amelia Fitriyani.

Instruktur ini merupakan praktisi yang berpengalaman di bidang pupuk kompos. Bahkan pernah memenangkan lomba video kreatif pada acara Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) yang digelar PTBA beberapa bulan yang lalu.

Adapun materi yang diajarkan dalam pelatihan ini, para peserta diberikan teori dan praktek secara langsung mulai dengan bagaimana cara mudah membuat pupuk kompos dari sisa - sisa sampah rumah tangga.

Halaman
12
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved