Berita Empat Lawang

Mengenal Tradisi Jamuan 'Ngidang' saat Persedekahan di Paiker Empat Lawang

Namanya 'ngidang', jamuan makan minum melalui cara dihidangkan yang dimakan secara kelompok.

Tayang:
Editor: Weni Wahyuny
dokumentasi warga
Jamuan 'ngidang' di Paiker Empat Lawang 

TRIBUNSUMSEL.COM, EMPATLAWANG -- Mengenal tradisi jamuan 'ngidang' di Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker) Kabupaten Empat Lawang.

Seiring dengan diperbolehkannya acara persedekahan dan menggelar acara syukururan di Empat Lawang di era new normal saat ini disambut gembira oleh masyarakat karena kegiatan persedekahan sempat tertunda karena pandemi.

Akan tetapi tetap harus mentaati protokol kesehatan, meminta izin ke pihak kepolisian (Polsek) dan diawasi oleh Babinsa, Babinkamtibmas dan dinas kesehatan (Puskesmas).

Di balik kegiatan tersebut, khususnya yang ada di Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker), persedekahan atau syukuran dilaksanakan tetap dengan menggunakan adat setempat.

Namanya 'ngidang', jamuan makan minum melalui cara dihidangkan yang dimakan secara kelompok.

Tidak seperti yang diadakan di kota, jamuan kepada para undangan dilaksanakan secara langsung dan prasmanan.

Di Paiker, Kabupaten Empat Lawang, tradisi ngidang ini, undangan datang pertama dijamu berupa makan ringan berupa kue- kue atau makanan khas Paiker seperti lemang.

Setelah itu acara dimulai seperti prosesi persedekahan biasanya.

Setelah itu undangan dipersilahkan untuk menyantap makanan besar berupa daging yang sudah dipotong sebelum acara atau masyarakat setempat menyebut dengan 'melelek', yang disantap dengan cara dihidangkan yang peruntukan bagi 5 - 8 orang.

Hari melelek merupakan aktivitas menyiapkan dan mengolah bahan makanan untuk hari jadi (hari persedekahan atau syukuran), artinya menyembelih hewan untuk dipersiapkan di hari jadi persedekahan.

Uniknya, tidak seperti di kota, persedekahan tidak mesti dilaksanakan pada hari libur, bisa dilaksanakan pada hari apapun.

Setelah acara selesai, undangan mendapatkan tuntuman, yaitu berupakan makanan ringan dan lauk untuk dibawah pulang.

Tidak seperti di luar Paiker, di daerah yang punya tagline Paiker Hijau (Pasemah Air Keruh Harmonis, Indah, Jadda, Aman dan Universal), persedekahan dilaksanakan dibawah jam 10, ketika jam 12 acara sudah selesai. (cr27/sp)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved