Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

6 Asal Sumsel, Ini 49 Kepala Daerah Ditegur Keras Oleh Mendagri karena Timbulkan Kerumunan

Sebabkan kerumunan dan tak patuhi protokol kesehatan dalam pelaksanaan tahapan Pilkada, puluhan kepala daerah ditegur keras

Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ Rahmat Aizullah
Bakal calon bupati Muratara Syarif Hidayat bersama pendukungnya yang membeludak saat pendaftaran ke kantor KPU. 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA-Sebabkan kerumunan dan tak patuhi protokol kesehatan dalam pelaksanaan tahapan Pilkada, puluhan kepala daerah ditegur keras oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.

Hal ini diungkapkan Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri Akmal Malik dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Senin (7/9/2020).

"Mendagri sudah tegur keras sebanyak 50 bupati/wakil bupati dan wali kota dan wakil wali kota. Kemudian juga satu gubernur karena tak patuh protokol kesehatan," kata dia.

Menurut Akmal, jumlah kepala daerah yang ditegur kemungkinan besar akan bertambah pada hari ini.

Sebab, pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti yang ada.

Sementara itu, dikutip dari data yang dihimpun oleh Kemendagri, rincian dari 51 kepala daerah yang ditegur itu terdiri dari 49 orang karena melanggar protokol kesehatan dan dua orang masing-masing karena kode etik dan pelanggaran penyaluran bansos.

Rinciannya sebagai berikut:

Melanggar kode etik

Bupati Klaten

Melanggar saat pembagian bansos

Halaman
1234
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved