Viral Oknum Bidan di Lahat Bugil, Polisi Diminta Jangan Menahan Bidan tapi Ungkap Penyebar Video

Kita tidak tahu latar belakangnya. Kepada masyarakat diharapkan jangan menghukum psikologisnya secara berlebihan.

Editor: Vanda Rosetiati
SRIPO/EHDI AMIN
Alplitara, Pemerhati Anak dan Perempuan di Kabupaten Lahat. 

TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT - Viral video bugil oknum bidan asal Lahat berinial AMW yang tersebar melalui medsos pekan lalu, pemerhati anak dan perempuan pun angkat bicara.

Alplitara, Pemerhati Anak dan Perempuan di Kabupaten Lahat  meminta kepada Polres Lahat untuk mengungkap dugaan penyebar video bugil AMW.

"Ya kejadian ini tentu sangat kita sayangkan. Namun, jangan hanya AMW usut juga penyebar vidio karena sudah jelas melanggar UU ITE," tegas Aplitara yang jugamantan Ketua Lembaga Pemerintah Perlindungan Perempuan dan Anak, Jumat (28/8/2020).

Dijekaskannya, terlepas AMW disebuat sebagai tersangka atau korban, itu ranahnya pihak kepolisian berdasarkan hasil pemeriksaan.

Namun ada baiknya AMW tidak diberikan hukuman penjara, cukup diberikan pembinaan.

Dengan viralnya video yang ditampilkan pada aplikasi Boom Live tersebut maka secara psikologis AMW sudah terhukum. Belum lagi hukuman di keluarga, teman, tetangga, dan masyarakat luas di Lahat.

"Korban atau bukan kita tidak bisa menilainya, karena kita tidak tahu latar belakangnya. Kepada masyarakat diharapkan jangan menghukum psikologisnya secara berlebihan. Meskipun AMW yang menjadi objek, harus kedepankan sisi kemanusiannya," harapnya.

Sebelumnya, gadis 23 tahun ini langsung diperiksa Satreskrim Polres Lahat, setelah mendapat laporan masyarakat lantaran menjual video bugil dirinya di aplikasi Boom Live.

Saat melakukan aksinya, AWM yang sebelumnya berstatus bidan Puskesmas Bandar Jaya Kota Lahat ini memperagakan adegan bugil, hingga meraup keuntungan puluhan juta rupiah dari penggemarnya yang mengikuti setiap live khusus channel AWM.

Dari adegan di dua video yang menyebar, awalnya AWM mulai dengan perkenalan, bincang-bincang dengan follower. Sedikit demi sedikit melepas pakaian yang dikenakan hingga memainkan bagian tubuh sensitif perempuan. Dari aksi itulah, pelaku mendapatkan gift dan uang.

"Masih saksi, masih dalami. Yang bersangkutan mengakui itu video dirinya. Sudah dilakukannya 3 kali, di kamarnya. Siapa yang merekam dan menyebarkan aksi pelaku tersebut, masih dilakukan penyelidikan," terang Kapolres Lahat AKBP Ahcmad Gusti Hatono, melalui Kasat Reskrim AKP Kurniawan H Barmawi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved