Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Polda Sumsel Latih Tim 7 Polres, Buru Pembuat Hoax dan Ujaran Kebencian di Pilkada Serentak 2020

Kita punya patroli cyber, itu salah satunya untuk memantau itu. Kami menyadari akan terjadi banyak, ya mungkin permasalahan terkait di medsos ini

YouTube Tribun Sumsel
Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Eko Indra Heri saat menjadi pembicara du Live Talk Sumsel Virtual Fest dengan tema "Deteksi Dini Potensi Pilkada 2020" yang dipandu Redaktur Tribun Sumsel Erwanto, Kamis (27/8/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Eko Indra Heri mengatakan, jajarannya dari cyber crime akan turun tangan memburu pembuat berita tidak benar atau hoax dan ujaran kebencian saat pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2020.

Hal ini diungkapkan Eko saat menjadi pembicara du Live Talk Sumsel Virtual Fest dengan tema "Deteksi Dini Potensi Pilkada 2020" yang dipandu Redaktur Tribun Sumsel Erwanto, Kamis (27/8/2020).

Menurut jenderal berbintang dua tersebut, dengan kemajuan teknologi ini semua orang memiliki akses untuk menggunakan media sosial (medsos).

Namun semuanya harus tetap dilakukan secara bijak dan sesuai aturan.

"Kita punya patroli cyber, itu salah satunya untuk memantau itu. Kami menyadari akan terjadi banyak, ya mungkin permasalahan terkait di medsos ini, dan kita sudah siapkan dengan melatih personil di 7 Polres yang melaksanakan Pilkada 2020 di Sumsel," kata Eko.

Dijelaskan Kapolda, dalam memantau arus Medsos pada suasana Pilkada saat ini, akan ada personil "patroli" kepolisian, yang dulunya dalam bentuk patroli kendaraan roda dua atau empat.

Kini patroli melalu dunia maya atau siber.

"Saya barharap di Medsos ini hati- hati, Medsos ini ruang publik tentu ada dampak hukum bagi yang melakukan perbuatan- perbuatan yang mungkin merugikan orang lain, dan itu sudah kita atur dalam aturan. Jadi dalam personil kita sudah siap dengan melatih, untuk memahami jika ada permasalahan hukum di medsos ini," tuturnya.

Pria kelahiran Talang Betutu Palembang ini menambahkan, pelanggaran hukum di medsos sama di mata hukum.

Hanya saja, cara yang digunakan berbeda dengan pelanggaran nyata.

Halaman
12
Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved