Breaking News:

Wisata dan Kuliner

Optimalkan Wisata Syariah di Sumsel, Dinas Pariwisata Akan Bangun Kampung Religi

Dinas Pariwisata Sumatra Selatan (Sumsel) akan segera meresmikan pembukaan wisata syariah di berbagai kabupaten dan kota di Sumsel

Editor: Wawan Perdana
TRIBUNSUMSEL.COM/HARTATI
Launching implementasi 7575 QRIS pada ekosistem wisata religi dan agen mandiri di Sumsel di Byat Al Quran Al Akbar Gandus, Selasa (25/8/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Dinas Pariwisata Sumatra Selatan (Sumsel) akan segera meresmikan pembukaan wisata syariah di berbagai kabupaten dan kota di Sumsel.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumsel, Aufa Syahrizal, menyebutkan, beberapa daerah di Sumsel seperti Pagaralam, Ogan Ilir, Lubuklinggau dan Lahat merupakan daerah yang potensial untuk destinasi wisata syariah dengan pembangunan kampung religi.

"Kalau melihat di Sumsel ini potensi wisata syariah cukup banyak. Kami mencoba untuk mengondikasikan objek wisata syariah di kabupaten dan kota di Sumsel," ujarnya saat diwawancarai peluncuran program QRIS 7.575 dari Bank Mandiri di Bayt Alquran Al Akbar, Selasa (25/8/2020).

Menurut Aufa, turut berperannya perbankan dalam mengaktifkan sektor pariwisata di masa pandemi Covid-19 ini memberikan dampak positif terhadap menggeliatnya kembali sektor pariwisata di Bumi Sriwijaya.

Kabupaten Banyuasin Punya 30 Desa Wisata, Potensinya Mulai dari Wisata Alam Hingga Kuliner

Terlebih di masa pandemi, meskipun kegiatan wisata tetap diizinkan namun harus dengan menerapkan protokol kesehatan salah satunya dengan meminimalisasi pembayaran tiket masuk menggunakan uang tunai.

"Program yang dicanangkan Bank mandiri dengan peluncuran QRIS di tempat wisata ini sangat positif dengan adanya pandemi Covid-19 saat ini. Sekarang sektor pariwisata kita sudah mulai aktif lagi," jelasnya.

Aufa mengatakan, akibat merebaknya virus korona juga menyebabkan beberapa agenda pariwisata yang berskala besar di Sumsel terpaksa tidak diselenggarakan di antaranya Festival Sriwijaya, Festival Danau Ranau, kemudian agenda budaya seperti pagelaran tari Melayu Nusantara, Festival Gendang dan beberapa agenda wisata di daerah.

Kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) meliputi kontribusi langsung dari retribusi, sedangkan secara tidak langsung melalui pajak hotel dan restoran yang dikunjungi wisatawan.

Saat ini pihak Dinas Pariwisata Provinsi Sumsel berharap pada beberapa objek wisata alam terbuka untuk bisa menggeliatkan kembali sektor pariwisata.

"Event pariwisata sangat terganggu karena pandemi ini. Kontribusi pariwisata untuk PAD daerah yang jelas untuk tahun ini 10 persen saja tidak sampai," terang dia. (SP/ Jati Purwanti)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved