2,5 Juta Karyawan Swasta Gigit Jari BLT 600 Ribu Gagal Cair Hari Ini, Ditunda hingga Akhir Agustus

Batal cair 25 Agustus, penerima BLT karyawan swasta tahap pertama hanya 2,5 juta, cek di BPJamsostek.Presiden Joko Widodo atau Jokowi semula dijadw

Editor: Moch Krisna
FACEBOOK.COM/CAFFEE LATTEE UNTUKMU DAN KOMPAS.COM
Bantuan Sosial Kemensos Rp 600 Ribu 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Batal cair 25 Agustus, penerima BLT karyawan swasta tahap pertama hanya 2,5 juta, cek di BPJamsostek.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi semula dijadwalkan bakal menyerahkan Bantuan Langsung Tunai ( BLT) atau subsidi gaji kepada karyawan swasta 25 Agustus, besok.

Namun, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan pencairan BLT batal dilakukan 25 Agustus.

Menteri Ketenagakerjaan ( Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, bantuan subsidi upah (BSU) dari pemerintah untuk 15,7 juta pekerja yang dijadwalkan pada 25 Agustus besok tertunda penyalurannya.

Dengan alasan, data yang diserahkan oleh BPJamsostek kepada pemerintah sebanyak 2,5 juta nomor rekening pekerja yang tervalidasi harus dilakukan kembali pengecekan.

 

"Kalau dijuknisnya (petunjuk teknis) waktu paling lambat 4 hari untuk melakukan check list.

Jadi 2,5 juta (pekerja batch pertama ) kami mohon maaf butuh kehati-hatian untuk menyesuaikan data yang ada," katanya di Jakarta, Senin (24/8/2020).

Kendati tertunda, Ida tetap memastikan penyaluran subsidi gaji untuk tahap pertama sebanyak 2,5 juta pekerja bakal disalurkan akhir Agustus ini.

"Kami butuh waktu 2,5 juta itu bukan angka yang sedikit.

Kami memang menargetkan bisa dilakukan transfer itu dimulai dari akhir bulan Agustus ini," ucapnya.

Untuk total nomor rekening pekerja yang telah melaporkan kepada BPJamsostek hingga hari ini tercatat sebanyak 13,7 juta.

Masih tersisa 2 juta rekening lagi yang masih dalam proses.

"Calom penerima subsidi gaji atau upah dari BPJS Ketenagakerjaan tadi Pak Dirut (BPJamsostek) menyampaikan rekening yang sudah masuk 13,7 juta.

Masih ada dua juta lagi yang masih dalam proses. Karena datanya itu masih membutuhkan validasi data dari BPJS Ketenagakerjaan," jelasnya.

"Maka kami tadi menerima untuk batch pertama 2,5 juta.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved