Berita OKI

Kapolres AKBP Alamsyah Pelupessy Siapkan Cara Berangus Kasus Pencabulan dan Kekerasan Seksual di OKI

Dilanjutkannya, semua pihak yang sudah maupun yang belum disebutkan sebelumnya harus bergerak bersama-sama, bahu-membahu bagaimana caranya memberikan

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Weni Wahyuny
Tribun Sumsel/ Winando Davinchi
Kapolres OKI, AKBP Alamsyah Palupessy 

TRIBUNSUMSEL, KAYUAGUNG --  Kapolres Ogan Komering Ilir (OKI), AKBP Alamsyah Pelupessy SH, S.Ik, M. Si. angkat bicara mengenai kasus pencabulan dan pelecehan seksual yang makin marak di wilayah hukumnya.

Menurutnya, kasus tersebut harus segera diberangus di bumi Bende Seguguk ini.

Pihaknya akan menggandeng beberapa instansi juga organisasi untuk melakukan edukasi.

"Diadakan seminar atau penyuluhan, dengan menggandeng ibu-ibu PKK, Bhayangkari, Persit (Persatuan Istri Tentara), kemudian organisasi - organisasi pejuang hak wanita," ungkapnya saat ditemui awak media, Sabtu (22/8/2020).

Istri di Palembang Gerebek Suami dengan Wanita Lain di Hotel, Selingkuhan Sembunyi di Balik Gorden

Dilanjutkannya, semua pihak yang sudah maupun yang belum disebutkan sebelumnya harus bergerak bersama-sama, bahu-membahu bagaimana caranya memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya kepada kaum rentan.

"Kaum yang rentan menjadi korban ini kan terdiri dari perempuan dan anak-anak, terkait kasus pelecehan termasuk di dalamnya kekerasan terhadap anak-anak," imbuhnya.

Saat ditanya, Kapolres mengungkapkan faktor yang mendorong para pelaku sehingga tega melakukan hal keji terhadap korban yang utama yaitu karena kurangnya iman dan ketakwaan terhadap tuhan yang maha esa.

Kabar Gembira, Bantuan Subsidi Upah (BSU) Rp600 Ribu untuk Karyawan Swasta Cair pada 25 Agustus

"Faktornya itu kurangnya edukasi iman, padahal iman yang paling penting, kemudian faktor edukasi pihak-pihak yang ada di sekitar korbannya,"

"Pertama ada keluarga kemudian lingkungan masyarakat sekitarnya termasuk sekolah dan lingkungan bermain, lalu dari tokoh tokoh agama dan masyarakat," terangnya.

Selanjutnya, banyak korban yang masih takut untuk melaporkan apa yang sudah dialaminya karena kerap diancam oleh pelaku.

"Sebenarnya kita sudah punya tim yang bertugas sebagai tempat untuk konsultasi, bahkan kita sendiri akan datangi para korban yang takut melapor," bebernya.

Detik-detik Penemuan Mayat Satu Keluarga di Desa Duwet Sukoharjo, Darah di Mana-mana dan Bau Busuk

Kapolres menambahkan di dunia kepolisian terdapat perlindungan bagi para saksi, maka diminta untuk mereka yang masih takut melapor supaya memberanikan diri karena mereka akan dilindungi.

"Kami minta untuk tidak takut melapor lagi apabila mengalami hal tersebut karena ada yang namanya perlindungan saksi,"

"Itu nanti akan kita lindungi dan akan kita tutupi supaya jangan sampai mereka menjadi sasaran juga ketika mereka melaporkan," jelasnya.

Masih kata Kapolres, pihaknya juga meminta kepada masyarakat, orang tua maupun awak media untuk jangan tutup mata dan telinga terhadap kasus ini.

"Saya minta, kita semua untuk peka terhadap kasus ini. Misalnya apabila merasa ada yang janggal terhadap anak kita, tetangga kita, atau teman kita segera ajak bicara jika tidak bisa maka melapor kepada pihak yang berkompeten supaya cepat ditangani," tutupnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved