Selain Gunakan Ikan Sungai, Ternyata Ini Rahasia yang Membuat Rasa Kemplang Pedamaran Berbeda
Di Pedamaran ini Banyak yang membuatnya, dari Pedamaran I sampai Pedamaran VI bikin semua dengan jenis kemplang yang sama.
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG - Daerah Kecamatan Pedamaran kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) termasuk salah satu wilayah penghasil Kemplang yang cukup diminati masyarakat.
Wilayahnya yang dikelilingi sungai menjadi alasan melimpahnya hasil sumber daya alam yakni ikan sehingga warga memanfaatkannya sebagai bahan baku pembuatan kemplang.
Saat wartawan Tribunsumsel.com, langsung menyambangi salah seorang pembuat kemplang rumahan mengungkapkan hingga kini masih banyak warga Pedamaran yang memproduksi kemplang.
"Di Pedamaran ini Banyak yang membuatnya, dari Pedamaran I sampai Pedamaran VI bikin semua dengan jenis kemplang yang sama," ungkap pemilik Warung Mak Icha asal Dusun III Lebur Arak Desa Pedamaran V, Jumat (14/8/2020).
Dilanjutkannya, ia bersama keluarganya sudah cukup lama memproduksi kemplang sejak tahun 1980-an dengan ciri khas iwak sungai.
"Semua ikan yang ada berasal dari sungai yang paling sering ya ikan sungai yang ukurannya kecil-kecil itu," imbuhnya.
Dikatakannya, kemplang Pedamaran berbeda dibandingkan jenis yang lain karena warga setempat benar-benar memakai ikan sebagai bahan baku dan tidak mencampurkannya dengan bahan lain seperti udang.
"Ikannya berasal dari sungai semua, kami tidak membuat kerupuk dan mendatangkan kerupuk dari luar,"
"Buatan luar berbeda dengan bikinan kami, ada yang mencampurkannya dengan udang jadi terlihat merah. Sedangkan kami benar-benar ikan karena dari sungai," jelasnya.
Proses pembuatan adonan kemplang sendiri memang tidak begitu sulit, bahkan jika dikerjakan bersama-sama anggota keluarga sebanyak 25 kilogram ikan sungai giling pengerjaan dari pagi hari bisa selesai pada jam 1 siang.
"Yang pertama siapkan sagu, kemudian beri sedikit air biasa dan baru ditambah air mendidih diuleni lalu digiling tipis. Nah adonan tadi dibentuk bulat baru dijemur di bawah sinar matahari langsung," bebernya.
Berbeda dengan proses penjemuran kemplang yang dapat memakan waktu berhari-hari, apalagi jika cuaca mendung penjemuran akan semakin lama.
"Kalau cuaca panas dan mendukung butuh waktu sekitar 2 hari, tapi kalau tidak bisa sampai 4-5 hari untuk proses penjemuran supaya mendapatkan kemplang yang betul-betul renyah," ujarnya.
Diakuinya, penjualan kemplang sekarang ini mengalami kemajuan karena pendistribusiannya sudah luas hingga ke daerah Curup Provinsi Bengkulu, Provinsi Lampung, dan daerah di Pulau Jawa.
"Dulu memang susah, tapi sekarang ini alhamdulillah penjualannya sudah sampai keluar Provinsi bahkan ke pulau Jawa," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/kemplang-pedamaran.jpg)