Breaking News:

Corona di Prabumulih

11 Karyawan Pertamina EP Asset 2 Positif Corona, Kasus Transmisi Lokal

GM Pertamina EP Asset 2, A Pujianto mengatakan sebanyak 11 karyawan PT Pertamina EP Asset 2 kota Prabumulih positif Covid-19

Penulis: Edison | Editor: Siemen Martin
Tribun Sumsel/ Edison
PT Pertamina EP Asset 2. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Pemkot Prabumulih, dr Happy Tedjo membenarkan jika banyak pekerja Pertamina EP Asset 2 positif virus corona.

"Dari jumlah kasus positif Covid-19 di Prabumulih, Pertamina salah-satu yang dominan. Lebih dari 10 (positif Covid-red)," ungkap Tedjo ketika diwawancarai, Jumat (14/8/2020).

Tedjo mengatakan, meski dominan namun dinkes Prabumulih mengapresiasi Pertamina karena sangat serius menangani dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Pertamina sangat aktif untuk menanggulangi dan mengatasi penyebaran Covid-19 dengan cara melakukan tes dan langsung isolasi bagi yang bergejala," katanya singkat.

GM Pertamina EP Asset 2, A Pujianto mengatakan sebanyak 11 karyawan PT Pertamina EP Asset 2 kota Prabumulih positif Covid-19.

"Saat ini yang positif ada 11 orang dan seluruhnya tanpa gejala. Dari seluruh pekerja yang di tes rapid 38 reaktif dan 11 diantaranya yang positif (hasil swab)," tegasnya seraya mengatakan karyawan Pertamina positif merupakan transmisi lokal dan belum ada kasus impor.

Pujianto menuturkan, pihaknya mengaku sudah berupaya semaksimal mungkin untuk pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di kota Prabumulih khususnya bagi karyawan PT Pertamina EP asset 2.

"Kita menangani pencegahan covid, sinkronisasi dengan apa yang ada dilakukan pemerintah, Pemda dan Pertamina Persero. Sejak 15 Maret lalu kita sama-sama mencegah jangan menyebar (Covid-19)," tutur Pujianto.

Selain itu agar operasional tetap jalan, Pertamina EP Asset 2 terus menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan menyiapkan wastafel, masker, jaga jarak aman, cara menerima tamu di era Covid-19 dan setiap ruang meeting ada social distancing dan hanya terisi 50 persen, ruang kerja 50 persen.

"Sejak Maret-sekarang ada pekerja dari luar ke Pertamina harus isolasi dulu di wisma dan semua kebutuhan dicukupi, lalu setelah 14 hari dilakukan rapid test jika tidak relatif baru bisa bekerja. Kita juga terapkan absensi elektronik, tidak hanya pekerja namun kelaurga juga harus absensi," lanjutnya.

Ditanya apakah dengan adanya karyawan positif mengganggu produktifitas migas di Pertamina EP asset 2, Pujianto menuturkan jika tidak terlalu mengganggu karena sudah bisa mengidentifikasi dari awal dan jika ada indikasi maka pekerja akan diganti pekerja lain.

"Kita lakukan rapid seluruh pegawai dan Senin kemarin 50 persen kantor dan 50 persen di rumah," tambahnya.(eds)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved