Berita Palembang

3 Sekawan Pembobol Rumah di Palembang Dibekuk, Barang Bukti Senilai Rp 1,2 Miliar

Ada beberapa laporan mengenai sepak terjang ketiganya hingga sekarang berhasil diringkus Polrestabes Palembang

Tribun Sumsel/ Agung Dwipayana
Polisi menunjukan barang bukti dari tiga orang tersangka pembobolan rumah di sejumlah wilayah di Palembang, Kamis (30/7/2020) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Polisi meringkus tiga orang tersangka pembobolan rumah di sejumlah wilayah di Palembang.

Tiga tersangka yakni Sutoro, Febrianto dan Okta Wijaya dibekuk petugas beserta barang yang mereka 'borong' dari sebuah rumah di Jalan Makrayu, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat (IB) II, beberapa waktu lalu.

"Ketiga tersangka ini spesialis bobol rumah yang telah beberapa kali beraksi. Ada beberapa laporan mengenai sepak terjang ketiganya hingga sekarang berhasil kami ringkus," kata Kapolres Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji melalui Kasat Reskrim, AKBP Nuryono kepada wartawan, Kamis (30/7/2020).

Nuryono mengungkapkan, dalam melancarkan aksi pencurian, ketiga tersangka berbagi peran.

Ada yang mengawasi situasi di sekitar calon rumah yang akan dibobol, ada yang bertugas menggasak barang dan membawa kabur barang.

Tim Heri Gondrong Buru Pelaku yang Merampas Motor Bocah di Maskerebet Palembang

"Ketika suatu rumah itu kosong atau ditinggal penghuninya, para tersangka melancarkan aksi mereka. Jadi semua tersangka ada peran masing-masing," terang Nuryono.

Dari tangan tiga tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa sejumlah perabotan maupun pernak-pernik rumah tangga senilai Rp 1,2 Miliar.

"Yang mereka ambil di rumah itu macam-macam. Baju, celana, jam dinding, rice cooker, TV, barang-barang antik di rumah itu. Kalau ditotal semuanya seharga kira-kira Rp 1,2 Miliar," ungkap Nuryono.

Ketiga tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 5 tahun.

Selain ketiga tersangka, polisi juga meringkus empat tersangka pencurian yang beraksi di sejumlah wilayah, di antaranya Ilir Timur (IT) II, Jakabaring dan Kertapati.

Seorang tersangka bernama Hendri alias Cilid, terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha kabur dan melawan saat akan ditangkap petugas.

Satreskrim Masih Selidiki Kasus Penembakan di Pasar Sungki Palembang

"Ada satu tersangka begal yang biasa beraksi di wilayah Kertapati. Dia bawa pisau saat beraksi dan tidak segan melukai korbannya. Yang bersangkutan melawan petugas dan terpaksa dilumpuhkan," terang Nuryono.

Ia menegaskan, polisi terus memburu para pelaku kejahatan jalanan yang kerap meresahkan masyarakat.

"Diharapkan sebaiknya pikir-pikir dulu kalau mau mencuri, begal, merampok. Jika masih, meresahkan masyarakat, kami tindak tegas," tegas Nuryono.

Penulis: Agung Dwipayana
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved