Breaking News:

Berita Pendidikan

Sebut Guru Makan Gaji Buta, Akun Ini Akan Dilaporkan PGRI Muara Enim ke Polisi

Pengurus DPC PGRI Kabupaten Muaraenim akan laporkan akun Facebook bernama Metaria Nyonyafevibae ke pihak berwajib

Editor: Wawan Perdana
tribunsumsel.com/khoiril
Ilustrasi Viral Media Sosial 

Sebab yang pasti ini adalah pencemaran baik institusi, profesi, dan juga salah satu bentuk pelanggaran UU ITE.

Makanya, yang bersangkutan harus mempertanggung jawabkan perbuatannya ini.

Herman Deru Ajak Penggemar Harley Davidson Ramaikan Grand Fondo OKU Selatan

Ditambahkan oleh Sekertaris PGRI Muara Enim Heri Candra bahwa tulisan dalam akun tersebut jelas telah mengunggah ujaran kebencian, untuk itu kita dari PGRI akan menuntut pemilik akun tersebut secara hukum.

"Ini jelas ujaran kebencian dan melanggar UU ITE dan telah melecehkan profesi guru dan bahkan bukan satu orang guru yang dilecehkan melainkan seluruh guru di Indonesia. Maka itu besok kita akan mengumpulkan seluruh pengurus cabang PGRI kecamatan hingga Ranting untuk melaporkan akun tersebut," tegasnya.

Terpisah Majelis Kepala Sekolah SMA (MKKS) kabupaten Muara Enim Darmadi saat dikonfirmasi juga mengutuk keras unggahan akun tersebut dan menjelaskan bahwa guru tidak benar apa yang diunggah oleh akun tersebut karena sampai hari ini guru masih melaksanakan KBM dan datang ke sekolah.

"Jelas apa yang diposting akun tersebut sangat salah besar dan itu tidak benar. Guru tetap mengajar baik itu melalui daring/Luring dan bahkan guru melakukan pembelajaran menggunakan portofolio bagi siswa yg tidak punya jaringan atau sejenisnya," urainya.

Darmadi menyesalkan perbuatan akun tersebut dan meminta akun tersebut untuk meminta maaf karena jelas melanggar UU ITE.

Satu Pasien Positif Corona Meninggal Dunia di Muara Enim, Warga Air Lintang

Bukannya berpikiran negatip seperti itu harusnya dimasa Pandemi Covid 19 ini, masyarakat sadar betapa pentingnya arti seorang guru.

Dan kemudian kita tegaskan bahwa guru juga inginnya belajar tatap muka karena pembelajaran melalui Daring ada sisi yang tidak bisa disampaikan kepada anak oleh para guru.

"Kita berdoa semoga wabah ini cepat habis sehingga pembelajaran dapat dilakukan tatap muka," harapnya.(SP/ Ardani)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved