Pelaku Pembunuhan di 1 Ilir Ditangkap

1 Lagi Pelaku Penembakan di 1 Ilir Ditangkap, Sempat Pakai Narkoba Sebelum Eksekusi Korban

Adik dari Deni Afriadi yang ikut mengeksekusi korban Muslim Ansori (40) dengan cara membacok korban menggunakan celurit akhirnya ditangkap.

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: M. Syah Beni
Tribunsumsel.com/ M Ardiansyah
Adik dari Deni Afriadi yang ikut mengeksekusi korban Muslim Ansori (40) dengan cara membacok korban menggunakan celurit akhirnya ditangkap. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Tersangka Arfani yang ditangkap di rumahnya di Lorong Kedukan Tangga Buntung Palembang, sekira pukul 15.00 bekerja sebagai sopir.

Dari pengakuan tersangka, ia tidak pernah kabur jauh dari rumah.

Saat kakaknya dan kedua temannya tertangkap, ia mengetahui hal tersebut dan ia memilih untuk bersembunyi.

"Aku di rumah saja, tidak kemana-mana. Tahu kakak dan yang mengantar kami tertangkap aku sempat sembunyi. Aku merasa tidak tenang, dihantui rasa bersalah karena telah membunuh seorang," katanya.

Tersangka mengutarakan, awalnya ia tidak ada niat untuk membunuh korban. Maksud hati, ia ingin menjemput kakak iparnya yang sempat diancam korban. Namun, ketika ia mendapat telepon dan memberitahunya kepada sang kakak membuat kakaknya Deni naik pitam dan mengajaknya untuk menghabisi nyawa korban.

"Kalau Sajam itu, memang selaku aku bawa. Hanya untuk jaga diri saja, jadi ketika diajak kakak, sajam itu sudah terbawa," katanya.

Arfani mengungkapkan sama sekali tidak mengenal sosok korban. Akan tetapi, ia merasa sakit hati karena keluarganya kerang kali di teror korban dengan permasalahan kakak tirinya.

Saat mendatangi korban yang sedang nongkrong di depan musolla, ia bersama tersangka Mukroni mengendarai motor. Melihat korban yang sedang nongkrong, ia memberi tahu kepada sang kakak.

Dari situlah, mereka langsung merencanakan untuk membunuh korban. Usai merencanakan, mereka pergi ke lokasi dan langsung menghampiri korban yang sedang nongkrong dan langsung membacoknya.

"Seingat aku satu kali membacok korban, satu kali lagi ketika mau aku bacok korban mengelak. Deni menembak, ketika melihat korban mau mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya. Dari situ, langsung Deni tembak. Memang, sebelum ke lokasi aku juga pakai sabu," katanya.

Dir Reskimum Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan didampingi Kasubdit 3 Jatanras Kompol Suryadi dan Kapolsek IT 2 Kompol Mario menjelaskan, pengungkapan kasus yang dilakukan ini setelah tim gabungan dari Jatanras, Satreskrim Polrestabes Palembang dan Polsek IT 2 Palembang melakukan pengejaran di lokasi-lokasi pelarian tersangka.

"Penembakan dan pembacokan yang dilakukan tersangka bersama adiknya Arpani dan kedua temannya lantaran keluarga yang sering di teror korban. Hal ini, dikarenakan hutang kakak tiri tersangka senilai Rp 100 juta belum dibayar. Karena kesal selalu diteror korban, membuat tersangka Deni mengatur rencana untuk membunuh korban. Ia mengajak sang adik Arpani dan juga kedua temannya untuk menghabisi nyawa korban," katanya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved