Berita Lubuklinggau

Demam Aglonema di Lubuklinggau, Petani Was-was Aglonema Thailand Mulai Diimpor

Namun ditengah boomingnya bunga Aglonema saat ini, Ia pun mengaku jika para petani saat ini merasa was-was.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Weni Wahyuny
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO HEPRONIS
Depot bunga Sugeng di Lubuklinggau 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Bunga Aglonema saat ini tengah menjadi tren baru dan banyak diburu oleh kalangan ibu-ibu di Kota Lubuklinggau.

Semenjak Pendemi Covid-19 banyak warga mengurangi aktivitasnya di luar rumah. Akhirnya banyak ibu-ibu di kota ini menyibukkan diri dengan menanam bunga dipekarangannya.

Rupa bunga Aglonema yang memiliki keindahan pada warna daunnya saat ini menjadi pilihan utama ibu-ibu berburu bunga ini untuk dikoleksi dirumahnya masing-masing.

Pesan Terakhir Jhon ke Anaknya Sebelum Ditemukan Tewas Tergantung : Kenapa Ayah Tinggalkan Adek

Sugeng salah satu pemilik Depot Bunga terbesar di Kota Lubuklinggau mengaku, dari ratusan pengunjung yang datang kerumahnya hampir rata-rata menanyakan tanaman Anglonema.

"Hampir setiap depot bunga, sekitar dua bulan terakhir sangat ramai pengunjungnya. Termasuk tempat saya ini, rata-rata mereka menanyakan Aglonema," kata Sugeng saat dijumpai dikediamannya di Kelurahan Lubuk Tanjung, Selasa (21/7).

Sugeng mengaku saking banyaknya masyarakat yang mencari bunga ini. Dalam satu bulan saja ia mampu menjual bunga Anglonema dikisaran 500-600 bunga per bulannya.

"Masalah harga tergantung jenisnya. cukup bervariasi, mulai dari puluhan ribu, ratusan ribu. Namun untuk Aglonema jenis impor cukup mahal karena harganya bisa mencapai Rp 1,2 juta," ungkapnya.

BREAKING NEWS, Seorang Pria di Palembang Ditemukan Tewas Tergantung, Diduga Depresi Ditinggal Istri

Sugeng menerangkan, popularitas bunga Aglonema ngetrend semenjak Pandemi Covid-19, banyaknya aktivitas masyarakat di rumah terutama ibu-ibu diduga membuat bunga ini sangat booming.

"Pengunjung yang datang ke sini banyak, selain masyarakat Lubuklinggau sendiri ada juga dari Bengkulu, Jambi hingga Palembang, semuanya hampir sama, banyak mencari bunga Aglonema," ujarnya.

Ia mengungkapkan, jika di depot bunga miliknya selain masyarakat bisa memilih bunga Aglonema sesuai dengan pilihan.

Ia juga menjual bunga dan tanaman jenis lainnya.

"Jadi ketika sudah memiliki bunga jenis Aglonema satu bisa juga mememilih Anglonema jenis lain, atau memilih jenis bunga lainnya, termasuk tanaman durian dan alpukat kita juga jual," terangnya.

Namun ditengah boomingnya bunga Aglonema saat ini, Ia pun mengaku jika para petani saat ini merasa was-was.

Sebab banyaknya permintaan di masyarakat membuat para importir mulai banyak mendatangkan bunga Aglonema dari luar.

"Sekarang Aglonema Thailand mulai banyak. Dengan banyaknya Aglonema luar otomatis harga ditingkat petani lama-lama akan anjlok dan petani sendiri akan rugi, itulah kita ingin para petani ini bersatu," terangnya.

Sebab, untuk perawatan bunga Aglonema sendiri cukup mudah, meski demikian untuk mendapatkan hasil maksimal tidak juga bisa sembarangan.

"Perawatan Aglonema ini tidak sulit, cukup di kasih pupuk, jangan terlalu basah tanahnya dan jangan langsung terpapar sinar matahari, itu saja sebenarnya poin pentingnya," paparnya. (Joy)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved