Balik Kampung, Mantan Pengantin ISIS Disebut Bisa Habiskan Uang Rakyat hingga Rp 187 Miliar
ternyata ada laporan yang mengatakan bahwa pembayar pajak nampaknya harus membayar 10 juta poundsterling (Rp 187 miliar) selam
TRIBUNSUMSEL.COM - Shamima Begum baru-baru ini dikabarkan bakal balik ke kampung halamannya di Inggris.
Namun ternyata ada laporan yang mengatakan bahwa pembayar pajak nampaknya harus membayar 10 juta poundsterling (Rp 187 miliar) selama hidupnya untuk biaya pengawasan Shamima Begum sepanjang waktu.
Pengantin ISIS, yang melakukan perjalanan ke Suriah untuk bergabung dengan apa yang disebut Negara Islam, akan dipantau oleh polisi dan layanan keamanan jika dia tidak segera ditahan setelah kembali.
Shamima Begum (20), dapat ditempatkan pada Tindakan Pencegahan dan Investigasi Terorisme dengan segelintir tersangka lain, menurut laporan eksklusif oleh The Sun.
Biaya akomodasi dapat mencapai 70.000 pounstering (Rp 1,3 miliar).
Dr Alan Mendoza dari think tank (wadah pemikir) Henry Jackson Society mengatakan kepada The Sun, "Pembayar pajak kemungkinan harus mendanai tagihan seumur hidup untuk Shamima Begum."
Begum baru berusia 15 tahun ketika dia meninggalkan rumahnya di London timur di Bethnal Green bersama dua temannya untuk bergabung dengan pejuang ISIS di Suriah.
Dia menyeberangi perbatasan Turki dalam beberapa hari dan mencapai markas ISIS di Raqqa di mana dia menikah dengan pejuang ISIS.
Pasangan ini memiliki tiga anak, yang sejak itu semuanya meninggal dunia.
Pemerintah Inggris kemudian mencabut kewarganegaraan Shamima, dengan alasan dia memiliki kewarganegaraan Bangladesh melalui ibunya.
Tetapi hakim memutuskan bahwa dia harus diizinkan untuk kembali ke Inggris dari kamp pengungsi Suriah.
Pengacara keluarga Tasnime Akunjee, yang mewakili Begum, mengakui dia tidak bisa memastikan Shamima akan menimbulkan ancaman teror atau tidak setelah sampai Inggris.
Dia mengatakan, "Uang ini, yang bisa mencapai 10 juta poundstering, akan lebih baik dihabiskan untuk para korban terorisme nyata di Inggris."

Pengacara juga bersikeras bahwa Shamima Begum adalah korban seksisme Inggris, menghadapi kritik yang lebih keras di Inggris karena dia adalah seorang wanita.
Berbicara setelah hakim memutuskan dia harus diizinkan kembali dari Suriah, dia mengatakan, "Gender memang memainkan peran yang sangat, sangat besar dalam reaksi publik terhadap situasi ini."