Berita Palembang

Kambang Iwak Palembang Kembali Ramai, tapi Banyak Pengunjung Tak Pakai Masker

Rata-rata pengujung yang datang ke taman ini memanfaatkan hari libur untuk berolahraga seperti lari pagi, jalan santai dan bersepeda

Editor: Wawan Perdana
Sripo/ Jati Purwanti
Beberapa pengunjung Taman Kambang Iwak Palembang tak pakai masker, Minggu (28/6/2020) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Taman Kambang Iwak (KI) Palembang, Minggu (28/6/20200) pagi, kembali ramai dikunjungi warga.

Rata-rata pengujung yang datang ke taman ini memanfaatkan hari libur untuk berolahraga seperti lari pagi, jalan santai dan bersepeda.

Atau sekedar mengajak anak-anak bersantai di taman atau mencari menu sarapan pagi hingga menjajakan beraneka macam dagangan.

Dari pantauan, aktivitas senam jantung sehat yang dilakukan di depan rumah dinas walikota Palembang diikuti ratusan peserta.

Sayangnya, banyak peserta senam maupun warga yang beraktivitas di taman yang berlokasi di Jalan Tasik, Talang Semut, Palembang ini mengabaikan protokol kesehatan di ruang publik.

Terutama di kawasan kerumunan dengan tak gunakan masker dan jaga jarak.

Beli Mobil Andre Taulany, Anang Hermansyah Kebingungan Minta Izin Ashanty

Seorang pengunjung taman, Lulu (23), mengakui sengaja datang ke KI karena ingin berolahraga pagi seperti biasa.

Namun, dia tak menyangka pagi ini suasana taman begitu padat dengan pengunjung dan pedagang.

"Biasanya sepi. Paling cuma yang datang buat jogging, jalan kaki atau olahraga ringan. Saya sampai kaget pas mau parkir kendaraan melihat keramaian taman," kata Lulu.

Sementara itu, pedagang mainan, Amir, menyebutkan, baru mulai hari Minggu ini kembali berjualan di Taman Kambang Iwak.

Dia mendapat informasi soal taman sudah kembali boleh dikunjungi oleh masyarakat sehingga dia memutuskan untuk membuka lapak mainan anak.

"Baru jualan lagi. Dikasih tahu teman yang biasa jualan di sini juga. Jadi, saya coba kesini, buka lapak dagangan," jelas Amir.

Menurut Amir, di hari pertama KI mulai kembali dibuka pengunjung tak seramai sewaktu belum kasus Covid-19.

Pembeli mainan yang dijajakannya pun baru bisa dihitung jari.

"Lumayan ramai tapi kalau dulu buat jalan aja susah. Ini masih agak longgar." ujarnya. (SP/ Jati Purwanti)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved