Berita Muratara
Oknum Kades Marah-marah hingga Pamer Bokong ke Anggota BPD di Muratara, Diduga Gegara Ngecek Proyek
"Kami malu diperlakukan seperti itu, kami ini anggota BPD, otomatis lembaga BPD juga dipermalukan," katanya.
Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Weni Wahyuny
TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Lima anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mengaku mendapat perlakuan yang tak mengenakkan.
Lima anggota BPD Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Rupit itu merasa dipermalukan oleh oknum Kepala Desa (Kades) setempat.
Ketua BPD Desa Tanjung Beringin, Rahmadan mengungkapkan, oknum Kades di desanya memamerkan bokong di depan mukanya.
"Kami berlima dipanggil ke rumahnya, dia marah-marah tepuk meja, terus dia buka celananya, dia tunjukkan bokongnya ke muka kami," kata Rahmadan kepada wartawan, Selasa (23/6/2020).
• Palembang Juara 3 Sektor Pasar Tradisional Lomba New Normal, Sementara Kasus Corona Terus Bertambah
Pihaknya merasa dipermalukan atas kejadian itu, hingga melapor ke Pemerintah Kecamatan Rupit.
"Kami malu diperlakukan seperti itu, kami ini anggota BPD, otomatis lembaga BPD juga dipermalukan," katanya.
Rahmadan menceritakan, kejadian itu bermula awalnya dia bersama empat anggota BPD lainnya mengecek proyek jalan di desanya pada hari Sabtu (20/6/2020).
Tujuannya untuk menanyakan tentang pembangunan jalan rigit beton tersebut.
• Kecamatan Plaju Paling Banyak Tambahan Kasus Baru Covid-19, Total Positif Corona di Palembang 1.210
"Tapi kami tidak bertemu dengan kepala tukangnya, wajar kalau kami mengecek proyek itu, kami ini kan BPD, kami mau tau proyek itu dari mana, karena papan proyeknya tidak ada," ujarnya.
Karena tak bertemu kepala tukang, kelima anggota BPD tersebut datang kembali keesokan harinya pada Minggu (21/6/2020).
Namun di tengah perjalanan ke tempat pembangunan jalan, kelima anggota BPD itu ditelepon oleh kadesnya agar datang ke rumah.
"Nah pas kami di rumahnya, dia marah-marah, dia (Kades) dapat laporan dari pemborong menuduh kami mau nyetop proyek itu padahal tidak, ini salah paham saja," ujarnya.
• Seorang Janda di Palembang Ditinggal oleh Kenalan di Facebook di Jalanan, HP-nya Dibawa Lari
Oknum Kades Tanjung Beringin saat dikonfirmasi Tribunsumsel.com tidak membantah kejadian tersebut.
"Saya sudah dipanggil Camat tadi, kami sudah mediasi di kantor Camat," katanya singkat dihubungi via telepon.
Camat Rupit, Deni Andri mengatakan, antara Kades dan BPD di Desa Tanjung Beringin sebenarnya terjadi kesalahpahaman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/kades-pamer-bokong-di-muratara.jpg)