Breaking News:

Jawaban Kenapa Asuransi Mobil Pribadi Gugur Jika Digunakan untuk Taksi Online

Asuransi mobil pribadi bisa gugur bila kendaraan dijadikan taksi online. Karena dengan demikian, mobil beralih fungsi menjadi kendaraan komersial

SHUTTERSTOCK
Asuransi mobil wajib siaga selama 24 jam. Di mana pun, kapan pun. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Peringatan bagi pemilik kendaraan roda empat pribadi tapi dialih fungsikan sebagai kendaraan komersial atau taksi online

Asuransi mobil pribadi bisa gugur bila kendaraan dijadikan taksi online.

Karena mobil beralih fungsi menjadi kendaraan komersial sehingga tak memenuhi kriteria perjanjian polis asuransi.

Kepala Komunikasi, Event, dan Service Management PT Asuransi Astra mengatakan, banyak pemilik mobil yang mengalihfungsikan mobil pribadinya menjadi taksi online untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

"Namun bagi Anda pemilik asuransi mobil juga perlu berhati-hati jika hendak mengalihfungsikan mobil pribadi Anda menjadi taksi online," kata dia dalam keterangan tertulis seperti dikutip dari Antara, Minggu (21/6/2020).

Dengan demikian, lanjutnya, berdasarkan fungsinya,status mobil pribadi akan berubah menjadi mobil komersial.

"Perubahan fungsi itu harus segera dilaporkan kepada pihak asuransi, jika tidak maka klaim asuransi akan memiliki risiko ditolak bila sewaktu-waktu terjadi kecelakaan," kata Iwan.

Biasanya pemilik mobil yang membeli secara kredit telah sepaket dengan asuransi mobil, namun dalam paket tersebut mobil yang dibeli masih terdaftar sebagai mobil pribadi, katanya.

Laporan pemilik mobil ke pihak asuransi diperlukan, lanjut Iwan, karena jika pemilik mobil tidak melaporkan kepada pihak asuransi, pemilik mobil akan dianggap ingkar janji karena menggunakan kendaraan di luar perjanjian awal yang tercantum pada polis.

"Ini sesuai dengan aturan di dalam Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) yang menyatakan bahwa perlindungan asuransi akan gugur jika disebabkan penggunaan selain dari yang dicantumkan dalam polis," ujarnya.

Iwan menjelaskan meski sama-sama digunakan, pengalihfungsian mobil pribadi menjadi taksi online atau dalam bentuk apapun untuk menerima balas jasa dianggap lebih berisiko dibandingkan hanya dengan pemanfaatan untuk mobil pribadi.

"Salah satu sebabnya adalah frekuensi penggunaan untuk tujuan komersial yang lebih tinggi, sehingga berbagai risiko kerugian yang mungkin terjadi pun jadi semakin besar," kata Iwan.

Ia mengingatkan agar pemilik asuransi mobil jangan sungkan mengonsultasikan setiap perubahan kecil yang ingin dilakukan pada mobilnya, agar ketika terjadi peristiwa yang tidak diinginkan, proses klaim kerusakan dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Asuransi Mobil Pribadi Bisa Gugur Jika Digunakan untuk Taksi Online

Editor: Siemen Martin
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved