Berita OKI

200 Napi di Lapas Kayu Agung Dapat Program Asimilasi, Ancaman Bagi yang Mengulang Kasus Kejahatan

Ditegaskan Hamdi, untuk warga binaan yang mendapatkan asimilasi jika mengulang kembali tindak pidana kejahatan, maka akan diberi sanksi yang cukup teg

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Weni Wahyuny
TRIBUNSUMSEL.COM/WINANDO DAVINCHI
Kepala Lapas Kelas II B Kayuagung, Hamdi Hasibuan saat ditemui, Jumat (19/6/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Guna melawan penyebaran Covid-19, pemerintah melalui Kementrian Hukum dan HAM membuat keputusan menteri nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui Asimilasi dan Integrasi.

Kepala Lapas Kelas II B Kayuagung, Hamdi Hasibuan ST, SH M.Hum saat ditemui Tribunsumsel.com menyatakan ratusan warga binaan mendapatkan asimilasi khusus Covid-19.

"Sebanyak 200 warga binaan pemasyarakatan Lapas Kayu Agung telah dipulangkan sesuai Permenkumham RI No. 10 tahun 2020," ucapnya, Jumat (19/6/2020) siang.

Ditegaskan Hamdi, untuk warga binaan yang mendapatkan asimilasi jika mengulang kembali tindak pidana kejahatan, maka akan diberi sanksi yang cukup tegas.

"Bagi warga binaan yang sebelumnya mendapatkan asimilasi, namun kembali mengulang kasus kejahatan dan berhasil ditangkap, maka yang bersangkutan akan dibawa lagi ke lapas dengan hukuman yang lebih berat dan dimasukan ke strap sel atau tidak boleh dijenguk sampai dia bebas, itu sesuai perintah kementrian Hukum dan Ham," ungkapnya di sela kunjungan ke Kantor Kodim 0402/OKI.

Diharapkan bagi penerima asimilasi ini untuk merubah pola kehidupan agar lebih baik lagi di masyarakat, serta jangan mengulang kejahatan.

"Saya mengimbau kepada seluruh warga binaan yang telah bebas, untuk tetap berada dirumah sampai wabah Covid-19 hilang,"

"Serta jangan sampai mengulang kembali perbuatan yang melanggar hukum," harap Kalapas Kayuagung.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved