Berita Palembang

Saat Ini Dirlantas Polda Sumsel Kurangi Penilangan, Ini Pelanggaran Tidak Bisa Ditoleransi

Penilangan akan dilakukan polisi apabila pengendara dinilai sudah melakukan pelanggaran lalu lintas yang dapat membahayakan pengguna jalan yang lain

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Wawan Perdana
PAHMI/TRIBUNSUMSEL
Ilustari polisi sedang mengatur lalulintas di jalan Jenderal Sudirman Palembang 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Direktorat Lalulintas Polda Sumsel di tengah pandemi Corona saat ini memerintahkan seluruh anggotanya serta jajaran untuk mengurangi penindakan penilangan terhadap pelanggar lalu lintas.

Hal tersebut, diungkapkan Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol Juni, Selasa (16/6/2020).

Penilangan akan dilakukan polisi apabila pengendara dinilai sudah melakukan pelanggaran lalu lintas yang dapat membahayakan pengguna jalan yang lain.

"Walaupun penilangan merupakan jalan terakhir dalam menindak pelanggar lalu lintas, bukan berarti penilangan tidak ada."

"Penilangan terhadap pengendara tetap ada, tetapi sangat selektif."

"Bila dianggap sudah membahayakan keselamatan jiwa baik pengemudi maupun orang lain dan tidak bisa ditoleransi baru dilakukan penindakan," kata Juni.

Jangan Sampai Sekolah jadi Klaster Baru, Pemkab PALI Berencana Perpanjang Belajar dari Rumah

Tindakan persuasif dilapangan, lebih dikedepankan agar dapat mengurangi angka pelanggaran lalu lintas.

Bila di lapangan masih ada pelanggaran lalu lintas yang membahayakan keselamatan, pastinya tetap dilakukan penilangan.

Termasuk, bagi pengendara roda dua yang tidak mengenakan helm saat berkendara, akan dilakukan tindakan secara persuasif.

Pengendara yang diberhentikan karena tidak mengenakan helm, diminta menelepon keluarganya untuk mengantarkan helm.

Penindakan penilangan yang lebih selektif dilakukan juga saat Operasi Ketupat Musi 2020.

Selama 44 hari pelaksanaan Operasi Ketupat Musi, angka kecelakaan lalu lintas di Sumsel mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2019.

Penambahan Kasus Positif Corona di Sumsel Kembali Melonjak Selasa (16/6), 2 Kasus Lagi Tembus 1500

"Selama berlangsungnya operasi Ketupat Musi 2020, Ditlantas Polda Sumsel mencatat ada 74 kasus kecelakaan di Sumsel. Tahun 2020 mengalami peningkatan angka kecelakaan ketimbang tahun 2019 yang hanya 14 kecelakaan," ungkap Juni.

Tingginya angka kecelakaan di tahun 2200 ini, dikarenakan Operasi Ketupat Musi 2020 berlangsung lebih lama ketimbang tahun 2019.

Lagi-lagi, kendaraan roda dua yang lebih mendominasi kecelakaan di tahun 2020. Daerah yang paling banyak terjadi kecelakaan berada di Palembang, Banyuasin dan OKU.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved