Berita Prabumulih

Dana Setengah Triliun Tertunda Masuk Prabumulih Akibat Corona

Beberapa proyek pembangunan yang mencapai sekitar Rp 500 miliar terpaksa tertunda akibat adanya virus corona, kita sangat menyayangkan sekali

Penulis: Edison | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ Edison
Wali Kota Prabumulih Ridho Yahya 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH-Walikota Prabumulih Ridho Yahya mengungkapkan, dana pembangunan tiga mega proyek pemerintah pusat untuk kota Prabumulih dengan total anggaran mencapai Rp 500 miliar terpaksa tertunda akibat pandemi virus corona.

Hal itu disampaikan orang nomor satu di Prabumulih itu dihadapan anggota DPRD Prabumulih dalam paripurna dengan agenda pembahasan Raperda pertanggungjawaban APBD Prabumulih 2019 di gedung DPRD Prabumulih, Senin (15/6/2020).

"Beberapa proyek pembangunan yang mencapai sekitar Rp 500 miliar terpaksa tertunda akibat adanya virus corona, kita sangat menyayangkan sekali," katanya.

Ridho mengaku, beberapa proyek pembangunan tersebut antara lain pembangunan kampus Akamigas yang telah disiapkan lahan lebih dari 18 hektare oleh pemerintah, pembangunan flyover di kawasan Patih Galung dan pelebaran jalan jenderal Sudirman menjadi dua jalur di kawasan Cambai.

"Informasi kita dapat penundaan pembangunan itu karena Kementerian PU mengalami pemotongan mencapai 31 triliun akibat korona,"

"Mestinya setengah triliun masuk ke Prabumulih untuk pembangunan yang uangnya dari pusat, namun tertunda," bebernya.

Lebih lanjut suami Hj Suryanti Ngesti Rahayu itu mengaku yang membuat pihaknya menyesalkan dan menyayangkan disebabkan dana yang bakal masuk cukup besar namun menjadi tertunda.

"Kita sayang dan berat itu karena uang dari pusat, kalau uang pembangunan dari APBD tidak masalah batal ini dana dari pusat," sesalnya.

Namun Ridho mengatakan, meski pembangunan akamigas tertunda hingga tahun mendatang tapi pihaknya masih tetap mengirim mahasiswa untuk kuliah di kampus akamigas cepu blora jawa tengah.

"Meski tertunda tapi kita tetap semangat mengirim mahasiswa untuk kuliah di akamigas, kemarin sudah kita lakukan seleksi," katanya.

Seperti diketahui, Pemerintah pusat melalui kementerian PUPR rencananya akan membangun kampus akamigas di kawasan Kelurahan Tanjung Raman Prabumulih.

Pemerintah pusat bahkan menganggarkan dana sebesar Rp 220 miliar lebih untuk pembangunan.

Sementara pemerintah kota Prabumulih menyiapkan lahan dan dana untuk melakukan perencanaan serta telah siap dilakukan pembangunan di awal 2020.

Begitupun flyover yang akan dilakukan pembangunan melalui kementerian perhubungan dan kementerian PU namun juga turut kandas dan terpaksa ditunda.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved