Breaking News:

Pilkada Muratara 2020

Sama-sama Asal Desa Belani Muratara, Ini Reaksi Devi Tentang Strategi Syarif Gandeng Suryan

Petahana Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) Syarif Hidayat menggandeng Suryan Sofyan untuk maju di Pilkada tahun 2020.

Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ Rahmat Aizullah
Devi Suhartoni putra asli dari Desa Belani, Kecamatan Rawas Ilir, Muratara 

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Petahana Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) Syarif Hidayat menggandeng Suryan Sofyan untuk maju di Pilkada tahun 2020.

Syarif Hidayat tak lagi menggandeng wakilnya sekarang Devi Suhartoni.

Sebab keduanya sama-sama ingin merebut kursi Bupati Muratara periode 2020-2025.

Padahal Syarif Hidayat dan Devi Suhartoni berpasangan di Pilkada sebelumnya tahun 2015, kini justru akan bertarung di Pilkada 2020.

Syarif Hidayat menggandeng Suryan Sofyan yang diketahui masih satu desa dengan Devi Suhartoni, bahkan dikabarkan masih ada hubungan keluarga.

Devi Suhartoni dan Suryan Sofyan merupakan putra asli dari Desa Belani, Kecamatan Rawas Ilir yang sama-sama memiliki latar belakang seorang pengusaha sukses.

Lantas bagaimana reaksi Devi Suhartoni setelah mendapat kabar bahwa Syarif Hidayat menggandeng Suryan Sofyan yang ternyata masih satu desa dengan dirinya.

"Saya tahu setalah baca berita dan lihat postingan di media sosial, bahwa Pak Syarif berpasangan dengan Pak Suryan, saya mengucapkan selamat," kata Devi Suhartoni kepada Tribunsumsel.com, Rabu (10/6/2020).

Menurut Devi, siapa pun berhak mencalonkan diri, sehingga menjadikan Pilkada kedua di Muratara ini sebagai proses edukasi politik kepada masyarakat.

"Tahun ini Pilkada kedua di Muratara setelah pemekaran, siapa pun berhak maju, ini akan menjadi edukasi politik kepada masyarakat," katanya.

Devi Suhartoni menginginkan Pilkada Muratara 2020 berjalan dengan damai dalam nuansa kekeluargaan, sehingga tidak ada perpecahan karena berbeda pilihan.

Dia juga meminta timnya untuk mengutamakan santun dalam berpolitik serta senantiasa menjaga persatuan dan persaudaraan termasuk dengan lawan politik.

"Kami mohon kapada tim untuk mengedepankan santun dan etika berpolitik, baik di dunia nyata maupun di media sosial. Jangan sampai Pilkada menjadi perpecahan bagi kita," ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved